BOLATAJONG - Mendekati detik-detik akhir kick off Indonesian Super League
(ISL), Persik Kediri akhirnya memiliki skuad komplit. Saat peresmian
tim pada Jumat (31/1/2014) malam, Persik tercatat memiliki 28 pemain,
termasuk sejumlah pemain muda potensial.
Seperti diperkirakan sebelumnya, kekuatan Persik tidak jauh berbeda
dengan kekuatan di Divisi Utama musim lalu. Perbedaan hanya terlihat
dari komposisi impor yang memunculkan nama Michael Ndubuisi, Ngon
Mamoun, serta Jean Paul Boumsong.
Staf pelatih Persik Kediri tampaknya lebih melihat pada pengalaman
ketiganya di sepakbola Indonesia. Sejak mengawali seleksi pada Desember
2013 silam, sebenarnya banyak pemain asing yang mengikuti seleksi. Tapi
tak satu pun memikat hati sang pelatih.
Dari nama lokal, paling gereget adalah datangnya Rendi Irawan, eks
pemain Persebaya 1927. Dia menjadi satu-satunya pemain yang nyaris layak
menyandang predikat bintang untuk tim selevel Macan Putih. Nama lain
mungkin Qischil Gandruminny yang dipinjam dari Arema Cronus.
Melihat kekuatan seperti ini, sebenarnya Persik hanya sekadar layak
bertarung di Divisi Utama. Kepadatan skuad belum pantas untuk bicara
babak delapan besar ISL, terutama jika melihat persaingan wilayah barat
yang dijejali Arema Cronus, Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga
Sriwijaya FC dan Semen Padang.
Tapi untuk sekadar bertahan di ISL, tampaknya pasukan yang dimiliki
pelatih Hartono Ruslan sudah cukup bersaing. Paling tidak kombinasi
pemain muda dan berpengalaman sudah cukup lumayan. Hanya saja perlu
dilihat bagaimana performa tim yang persiapan pramusimnya tak sempurna.
“Kami memang kurang intensif dalam hal persiapan. Tapi itu bukan
alasan untuk loyo di ISL. Saya ingin di tim Persik tercipta kebersamaan
untuk menjadikan Persik tim yang sulit dikalahkan di ISL. Saya
optimistis Persik akan kuat dengan dukungan dan doa Persikmania,” kata
CEO anyar Persik Kediri, Adi Suwono.
Menerawang strategi, diprediksi tidak jauh berbeda dengan tim yang
diturunkan pada Inter Island Cup silam. Dengan formasi 4-4-2 atau
4-2-3-1, nama-nama seperti Faris Aditama, Tamsil Sijaya, Rendy
Syahputra, Rendi Irawan, Michael Ndubuisi, serta Jefry Dwi Hadi, masih
menjadi kekuatan kunci.
Persik memiliki potensi di sektor sayap dengan keberadaan pelari
cepat macam Rendy Syahputra, Faris Aditama, atau Qischil Gandruminny.
Bukan sebuah kejutan jika format permainan tim ungu hampir mirip musim
lalu, walau sudah berganti pelatih.
Hadirnya nama Jean Paul Boumsong dan Ngon Mamoun bakal memberi warna
tersendiri di lini depan dan tengah. Ngon bisa memerankan posisi Oliver
Makor musim lalu, sedangkan Boumsong diharapkan menjadi jawaban atas
rumitnya pencarian striker Persik.
Sejak bermain di Divisi Utama, tim pujaan Persikmania belum pernah
memiliki striker asing yang produktif. Boumsong yang berstatus sebagai
top scorer Divisi Utama 2013 jelas memunculkan ekspektasi terkait
rendahnya koleksi gol para penyerang Persik selama ini.
Lini tengah yang kedatangan Rendi Irawan sudah menampilkan performa
aduhai di sejumlah laga pramusim di Stadion Brawijaya Kediri. Belum
begitu jelas apakah Rendi nanti bakal diturunkan bersamaan dengan Ngon
Mamoun karena keduanya bertipikal serupa.
Kelemahan Persik yang paling mencolok adalah kondisi fisik serta
mental bertarung di luar kandang. Pada saat Inter Island Cup silam, dua
kelemahan tersebut diakui dengan gamblang oleh Asisten Pelatih Aris Budi
Sulistyo. Hingga kini belum bisa dipastikan perkembangannya.
Mapan atau tidaknya kondisi fisik dan mental pemain bakal berpengaruh
langsung di laga awal ISL. Persik sedikit kurang beruntung karena harus
mengawali liga dengan pertandingan away ke kandang Persegres Gresik
United dan Arema Cronous.
Namun staf pelatih mengklaim pasukan Macan Putih sudah siap bertarung
dengan optimal di laga awal nanti. “Kondisinya sudah berbeda dengan
turnamen lalu. Sekarang semuanya harus berjuang dengan kemampuan
terbaik. Kami harus tancap gas sejak awal musim,” cetus Aris Budi
Sulistyo, Asisten Pelatih Persik.