Pages

Tuesday, February 4, 2014

APSI Ajak PT LI Dan Klub Selesaikan Masalah Gaji

BOLATAJONG - Beberapa klub peserta Indonesia Super League (ISL) masih dibelit permasalahan gaji pemain serta ofisial klub. Oleh karena itu, Asosiasi Pemain Sepakbola Indonesia (APSI) mengaku tengah berkomunikasi dengan pihak PT Liga Indonesia (PT LI) serta klub-klub Indonesia Super League (ISL) untuk segera menuntaskan masalah tersebut.

Ketua Umum APSI, Ismed Sofyan mengatakan pihaknya mendapat laporan terkait masalah tersebut dan proses penyelesaiannya masih dalam penjajakan. Beberapa laporan diterima APSI usai menyelesaikan tunggakan gaji pemain dan ofisial PSPS Pekanbaru musim 2012-2013.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan PT LI untuk segera menuntaskan masalah ini, karena kami ingin segera dituntaskan," kata Ismed di Jakarta, Senin (3/2/2014).

Sebelumnya APSI sukses membantu menyelesaikan masalah pembayaran gaji pemain dan ofisial PSPS dengan jumlah 31 pemain dan total mencapai kurang lebih Rp. 1 miliar. 

Kendati demikian, yang baru terbayar sekitar Rp. 594 juta pada 23 Desember lalu. Sementara sisa tunggakan untuk 13 orang akan segera dituntaskan.

Pembayaran tersebut dibayarkan oleh PT LI melalui hak komersil PSPS yang didapatkan tiap tahunnya. "Kita mendapat laporan dari PSPS Pekanbaru dan kita menjembatani dengan PT LI agar proses pembayaran gaji diselesaikan. 

Kami bersyukur sudah dilakukan tahap pertama. Tapi belum semua. Pembayaran diserahkan langsung ke rekening pemain," ucap Ismed.

Kedepannya, APSI mengaku tengah menyelesaikan masalah pengaduan Vali Khorsandi Pishkenari, pemain asal Iran yang sebelumnya bermain di Persiwa Wamena, namun baru menerima 10 persen dan gaji 3 bulan, yaitu Rp. 110 juta.

"Kami akan terus mendata semua kasus yang diajukan kepada APSI, salah satunya Vali Khorsandi Pishkenari. Selain itu kita harapkan semua pemain yang bermasalahkan bisa berkomunikasi pada APSI agar permasalahan gaji bisa diselesaikan," ucap Ismed.

Hadapi PBR, Sriwijaya FC Krisis Lini Bertahan

BOLATAJONG - Jelang laga kedua menghadapi Pelita Bandung Raya (PBR) dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Kamis (6/2) mendatang, Sriwijaya FC menghadapi krisis pemain belakang. Mereka harus kehilangan beberapa pilar di barisan pertahanan akibat cedera.

Asri Akbar dan Ahmad Sumardi dipastikan menepi karena mengalami cedera saat menghadapi Persib Bandung. Asri terkena cedera hamstring sehingga harus ditarik keluar di babak pertama, sedangkan Sumardi memar di bagian lutut.

“Cedera Asri tergolong parah dibandingkan Sumardi karena setelah ditarik keluar dia masih merasa kesakitan. Sedangkan Sumardi hanya memerah pada lutut bawahnya dan mulai berangsur pulih tapi belum dapat diturunkan pada laga selanjutnya,” ujar Subangkit, pelatih kepala Sriwijaya FC, Rabu (4/2).

Cedera kedua pemain tersebut menambah panjang daftar pemain yang harus berkutat masalah cedera. Sebelumnya ada Lancine Kone, Maman Abdurahman dan M Hamzah. Kone luka robek di jari, Hamzah cedera paha dan Maman cedera hamstring.

“Kita panggil Firdaus Ramadhan yang pada pertandingan Persib kemarin ditinggal di Palembang. Tapi belum tentu langsung kita mainkan, kita lihat dulu perkembangan terakhir kondisi Maiga apakah fit atau tidak saat nanti pertandingan menghadapi PBR,” jelas Subangkit.

Pertandingan Kedua Bukti Kelayakan Persibaya

BOLATAJONG - Setelah menang 2-1 secara kontroversial dari Mitra Kukar, Persebaya kembali melakoni laga kandang melawan Putra Samarinda, Rabu (5/2) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Di pertandingan ini Persebaya ingin membuktikan sukses di laga perdana layak mereka peroleh.

“Kami sudah melakukan evaluasi dan menutupi kekurangan melalui simulasi. Semoga saja pada pertandingan nanti apa yang sudah saya terapkan di latihan bisa berjalan efektif,” tutur Rahmad Darmawan usai pertemuan teknik, Selasa (4/2) nanti.

Akan tetapi, tim berjulukan Bajul Ijo itu juga patut waspada. Sebab, para pemain Pusam dikenal memiliki kecepatan dan sangat licin ketika mengolah di kulit bundar.

“Mereka punya pemain yang memiliki kualitas dan kecepatan. Ada Joko Sasongko, Bayu Gatra dan Engelbert Sani. Mereka pemain berkualitas yang berpotensi menyulitkan kami,” ucap Rahmad.

Persiram dan Persiba Balikpapan Berbagi Angka

BOLATAJONG - Persiram Raja Ampat yang menjadi tim musafir karena harus bermain di stadion Maguwoharjo, Sleman, berhasil ditahan tim tamu Persiba Balikpapan. Persiba sendiri mendapatkan hasil imbang kedua mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014, Selasa (4/2) sore.

Begitu babak pertama dimulai, kedua tim sama-sama langsung tancap gas. Keduanya tidak malu untuk membuka ruang dan melancarkan serangan.

Pada menit kesebelas, pemain belakang dari Persiram Gidion Viktor Way mendapat peluang hasil umpan Mbida Messi, tapi sayang bola hasil tembakannya kurang tepat mengarah.

Tak lama, giliran Aksu Toure yang berikan perlawanan untuk kubu tuan rumah, tapi kesempatan itu mentah karena tembakannya tipis tak temui sasaran.

Toure cukup membuat Persiram kerepotan, beberapa kali determinasi dari pemain sayap Beruang Madu itu membuat pertahanan tuan rumah harus terus waspada.

Persiram mulai keluar dari tekanan di menit ke-30, Moses Banggo dan Ortizan sempat mengancam gawang kubu tamu. Tak tertinggal Osas Saha yang jadi momok bagi Rendi Siregar dkk di lini belakang Persiba, aktif bergerak membuat pemain belakang tetap waspada.

Soler yang jadi tumpuan Persiba Balikpapan di lini depan, punya peluang sempurna untuk membawa timnya unggul di menit ke-42, tapi keberuntungan belum menghampiri sehingga Deny Marcell yang mengawal gawang Persiram masih mampu mengamankan bola yang sempat terlepas dari pelukannya itu.

Skor kaca mata pun bertahan hingga wasit Suparman meniupkan peluitnya, tanda babak pertama usai.

Tak Mau Main-Main Persita Siap Gasak Persib 5-0

BOLATAJONG - Tak ingin kembali mengulangi kekalahan, Pelatih Kepala Persita Tangerang Arcan Iurie memotivasi anak asuhnya untuk lebih percaya diri saat nanti menghadapi skuat Maung Bandung. Terlebih, di laga perdana, anak asuhnya harus mengalami kekalahan saat dijamu Pelita Bandung Raya (PBR) beberapa hari lalu.

"Melawan Persib jangan main-main, kita harus tetap percaya diri jangan hilang semangat. Kita harus lebih dari pertandingan saat lawan PBR. Mudah-mudahan, semua strategi tim bisa berjalan bagus dan tetap harus memiliki motivasi," kata Iurie.

Iurie sendiri tetap menargetkan kemenangan pada laga kedua yang akan dilakoninya kali ini. Beberapa pilar intinya seperti Cristian Carrasco yang sempat absen di pertandingan pertama, diakuinya kini telah dalam kondisi terbaik.

"Ada beberapa pemain kita yang sudah siap main saat lawan persib nanti. Mudah-mudahan tidak kehilangan poin di Bandung. Target menang 5-0 (sambil bercanda), salam buat Persib," tutupnya.

Jelang Penutupan Transfer Persib Kejar Striker Asia

BOLATAJONG - Jelang penutupan bursa pemain Indonesia Super League (ISL) 2014, 14 Februari mendatang, manajemen Persib masih memburu pemain asing asal Asia untuk posisi striker. Bahkan, beberapa tawaran pemain asing sudah masuk, salah satunya pemain asal Jepang.

Akan tetapi, dengan usia yang sudah menginjak 34 tahun, manajer Persib Umuh Muchtar mengaku sedikit ragu. Ia pun menolaknya.

"Kata agennya pemain itu bagus. Tapi, saya ragu, karena belum pernah main di Indonesia dan usianya sudah 34 tahun. Saya berharap pemain asing Asia yang kita cari usianya maksimal 30 tahun," kata Umuh, di Stadion Siliwangi, Selasa (04/2).

Ia pun berharap, manajemen dapat segera menemukan pemain yang diharapkan. Apalagi waktu yang diberikan untuk pendaftaran pemain ke PT Liga Indonesia semakin dekat. "Ada waktu beberapa minggu lagi. Semoga dapat lebih cepat menemukan pemain yang kita harapkan," imbuhnya.

Tiga pemain asing sempat ikut seleksi beberapa waktu lalu. Namun, ketiganya tidak sesuai dengan harapan pelatih Djadjang Nurdjaman.

Monday, February 3, 2014

Bonek Berulah Persebaya Kena Tuah

BOLATAJONG - Manajemen Persebaya Surabaya terancam denda Rp 10 juta. Persebaya terancam sanksi lantaran ulah suporter mereka, Bonek Mania, yang menyalakan flare saat laga Persebayamelawan Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (1/2/2014) sore.

“Suporter Persebaya menyalakan flare. Ini menjadi kasus pertama yang akan di follow up oleh Komisi Disiplin,” ujar CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, Senin (3/2/2014).

Joko Driyono menjelaskan, di dalam Kode Disiplin yang mengatur mengenai keamanan pertandingan, jika pertandingan tertunda karena tingkah laku suporter, maka manajemen klub bisa dihukum. Jika kejadian ini berulang, bisa saja klub menggelar laga tanpa penonton.

“Sanksi awal diberikan denda sebesar Rp 5 juta sampai Rp 10 Juta. Apabila kejadian ini kembali terulang, maka denda dilipatgandakan. Untuk berikutnya, manajemen klub menggelar laga tanpa penonton,” tuturnya.

Berdasarkan laporan yang telah diterima Joko Driyono mengenai laga awal di kompetisi ISL, pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PSSI menilai semuanya berjalan lancar. “Jadwal ditetapkan tereksekusi dengan baik. Tidak ada masalah jadwal. Sejauh ini semuanya berjalan tanpa halangan signifikan,” katanya.

Umuh Minta Bobotoh Jadi Suporter Sejati

BOLATAJONG - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mewanti-wanti agar bobotoh tetap berperilaku tertib saat Persib Bandung menjamu Persita Tangerang di laga kedua Indonesia Super League (ISL), Rabu (5/2/2014) besok.

"Bobotoh harus tetap berperilaku tertib ketika menyaksikan Persib di stadion, dengan tidak menyalakan petasan atau sejenisnya. Bobotoh harus ikut membantu Persib selama pertandingan," ujar Umuh di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Selasa (4/2/2014).

Umuh menjelaskan, dengan tidak menyalakan petasan sepanjang pertandingan, bobotoh telah ikut membantu Maung Bandung. Setidaknya, Komisi Disiplin PS

"Kalau masih ada kembang api di dalam pertandingan, itu bukan bobotoh, tetapi itu oknum supaya Persib terkena sanksi. Kalau benar-benar seorang bobotoh, mereka akan ikut menjaga Persib dari sanksi. Bobotoh sejati tidak akan mungkin menginginkan timnya terkena sanksi," ucapnya.

Jika petasan, flare dan semacamnya dibunyikan setelah berakhirnya laga, tidak menjadi masalah. Pasalnya, pertandingan pun telah berhenti, sehingga tidak mengganggu jalannya pertandingan.

"Kecuali jika sudah berakhir pertandingan, itu tidak masalah. Yang terpenting tidak saat masih dalam pertandingan, itu pastinya mengganggu," ujarnya.

Umuh menegaskan, jika masih kedapatan ada oknum bobotoh yang berperilaku tak menyenangkan, dia berharap agar Panitia Pelaksana (Panpel) bersikap tegas. Caranya dengan memperingatkan langsung di lapangan.

"Itu harus ditindak tegas oleh Panpel. Saya juga berharap agar bobotoh yang benar-benar bobotoh ikut membantu, jadi suporter sejati dengan ikut memperingatkan bobotoh lainnya. Saya meminta, agar bobotoh saling mengingatkan," pungkasnya.


Hajar Persijap, Arema Puncaki Klasemen Wilayah Barat

BOLATAJONG - Arema Cronus berhasil memuncaki klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) Wilayah Barat. Hal itu setelah tim besutan Suharno menghajar Persijap Jepara 4-1 di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin 3 Februari 2014.

Arema sudah unggul saat laga baru berjalan 2 menit. Berawal dari kerja sama apik dengan Beto Goncalves di kotak penalti, El Loco berhasil mengkoversi peluang menjadi gol.

Arema menggandakan keunggulan menit 33. Aktornya kali ini adalah Samsul Arif. Pemain 29 tahun ini berhasil memanfaatkan umpan silang Alfarizi. Dengan membalik badan, Samsul membobol gawang Persijap.

Persijap sempat memperkecil ketertinggalan menit 54. Berawal dari tendangan bebas, Ahmad Noviandani memanfaatkan bola rebound dan membobol gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga.

Empat menit kemudian, Arema menegaskan keunggulan. Beto yang lepas dari pengawalan berhasil membobol gawang Persijap.

Belum cukup sampai di situ, Singo Edan kembali menambah pundi-pundi gol pada menit 63. Kali ini tendangan keras Gustavo Lopez bersarang di gawang tim tamu. Skor 4-1 untuk keunggulan Arema pun bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini membuat Arema menempati puncak klasemen Wilayah Barat. Singo Edan mengumpulkan 3 poin, unggul selisih gol atas Pelita Bandung Raya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.

Nunggak Gaji, Persijap Hanya Punya 18 Pemain

BOLATAJONG - Persijap Jepara akan melakoni laga perdana mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014 melawan Arema Cronus, Senin (3/2) malam. Namun masih ada permasalahan yang membelit tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu.

Permasalahannya adalah mereka masih belum melunasi tunggakan gaji pemain lebih dari Rp300 juta. Hal itu diungkapkan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, saat ditemui wartawan di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Senin (3/2).

Imbasnya, berdasarkan kebijakan PT LI yang sudah diumumkan sebelumnya, maka PT LI hanya mengesahkan 18 pemain Persijap yang bisa dipakai dalam kompetisi.

“Persijap telah mendaftarkan sekitar 25 pemain. Namun kami hanya sahkan 18 pemain. Kami tidak mendapatkan konfirmasi sehingga dipastikan cuma 18 pemain,” ujar Joko.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan sebenarnya Persijap bisa saja menggunakan seluruh pemain yang didaftarkan. Dengan cara memberikan wewenang kepada PT LI untuk mengambil alih proses penyelesaian. Nantinya, PT LI akan menyelesaikan gaji pemain dengan mengambil dari hak kontribusi komersial yang dimiliki oleh Persijap.

Tapi, masih menurut Joko, pihak Persijap menyatakan masih ingin bernegosiasi lebih dulu dengan para pemain mereka. “Persijap akan menggunakan 18 pemain hingga memenuhi hak pemain,” tegas pria yang juga menjabat Sekjen PSSI ini.

Jadi Industri, Nonton ISL Harus Bayar

BOLATAJONG - Publik sepakbola Indonesia kini tidak bisa lagi menikmati seluruh tayangan sepakbola nasional secara gratis. Beberapa pertandingan di kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2014 ditayangkan eksklusif melalui televisi berbayar.

BVSports selaku pemegang hak komersial ISL telah memutuskan untuk memproduksi beberapa pertandingan secara eksklusif. Pertandingan-pertandingan itu hanya bisa didapat jika konsumen membeli produk dari K-Vision.

“Memang, ada beberapa pertandingan yang hanya bisa ditonton di channel BVSport1. Ada juga beberapa yang bisa disaksikan lewat saluran televisi grup MNC. Mengapa dibatasi? Ini terkait dengan komersialisasi Liga di Indonesia,” kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, ketika ditemui VIVAbola di Jakarta, Senin 3 Februari 2014.

Dibeberkan oleh Joko, 95 persen produksi tayangan ISL sebenarnya dikerjakan oleh BVSport. Sehingga, jika para penikmat sepakbola Tanah Air ingin menonton seluruh pertandingan ISL, mereka harus membeli produk dari K-Vision.

Saat ini, publik memang masih dibuat bingung dengan produk dari K-Vision. Pasalnya, peredaran produknya masih belum diketahui banyak orang.

“Memang dalam 1 hingga 2 bulan ini masih ada sosialisasi. PT Liga dan BVSport akan bekerja sama untuk mengedukasi para penonton terkait kebijakan televisi berbayar,” ucap Joko.

“Publik sepakbola Indonesia memang terlena dengan tayangan gratis dari pertandingan sepakbola. Sedangkan di Eropa menonton pertandingan sepakbola harus melalui televisi berbayar. Jika ingin masuk era industri, maka cara-cara seperti ini harus dilakukan. Pada dasarnya, sebagai pemegang hak komersial, BVSport berhak mengatur produksi dari ISL,” sambung pria asal Ngawi itu.

Menurut situs resmi K-Vision, produk ini dapat dipesan melalui costumer service dengan nomor telepon 500-828. Selain itu bagi pengguna Parabola C-Band, dapat menyaksikan siaran promo KVision di: PalapaD, 113° Bujur Timur, Frekuensi 3600-POL V, SR 31000 FEC ¾

Ridwal Kamil; Wali Kota Dan Bobotoh Teladan

BOLATAJONG - Sikap tauladan ditunjukkan Ridwan Kamil dalam mendukung PERSIB Bandung. Saat menonton laga melawan Sriwijaya FC kemarin, (2/02) ia tetap bersedia membeli tiket.

Jabatannya sebagai Walikota Bandung yang jelas-jelas pemimpin kota tempat PERSIB bernaung, bukan menjadi alasan baginya untuk bersikap arogan dengan nonton gratis di stadion. Dengan mengenakan iket Sunda dan jersey PERSIB, Ridwan dengan bangga menunjukkan tiket sebagai bukti Bobotoh sejati.

Pertandingan yang tepat dilaksanakan hari Minggu membuat Ridwan Kamil memiliki waktu untuk datang langsung mendukung PERSIB di Stadion Si Jalak Harupat. Namun, Pak Wali yang ngetrend dengan kata "Tetot" di akun Twitternya tersebut bukan datang untuk cari hiburan atau melepas penat.

Melihat di laga kemarin, 'kebobotohan' Ridwan tak perlu diragukan. Meski duduk di tribun VIP dan didampingi Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Kuswara S Taryono, Pak Wali muda satu ini tak terlihat jaim (jaga image).

Setelah raut mukanya serius mengamati pertandingan, ia beberapa kali spontan berdiri kala Tantan dkk mendapatkan peluang. Beginilah Bobotoh tauladan, bersedia beli tiket, tertib dan tak sungkan untuk mendukung PERSIB.

Inginkan Djibril Mitra Kukar Bertepuk Sebelah Tangan

BOLATAJONG - Manajemen Mitra Kukar hingga kini masih mengincar satu striker asing sebelum jendela transfer ditutup setelah memutuskan tidak merekrut David Balla.

Balla sempat mengikuti latihan di Solo, dan melakoni laga uji coba, serta mencetak satu gol. Hanya saja, pelatih Stefan Hansson menilai kemampuan Balla tidak mumpuni, mengingat lawan yang dihadapi berada di bawah standar tim Naga Mekes.

“Sampai saat ini kita masih mencari satu pemain asing. Sampai sekarang belum ada. Untuk David Balla tak jadi dikontrak, karena tak sesuai dengan keinginan manajemen,” ungkap asisten manajer Nor Alam.

Manajemen Mitra Kukar sempat dikabarkan ingin memboyong Djibril Coulibaly. Namun, sayang sepertinya hasrat Mitra Kukar bertepuk sebelah tangan, peluang mendapatkan mantan bintang Barito Putera itu hampir pasti tertutup, karena Persib Bandung membatalkan pencoretan Cooulibaly.

“Belum thau lagi kepastiannya. Tapi saat ini kami masih mencari pemain asing,” kata Alam.
Alam menambahkan, Hansson juga ikut membantu merekomendasikan sejumlah pemain yang pernah menjadi anak asuhnya, seperti Balla saat di Vietnam.

“Semoga aja dalam waktu dekat kita bisa mendapatkan pemain asing untuk mengisi kekosongan di lini depan Mitra. Kalau sudah ada, nanti kita kabari lagi,” tukasnya.

Persik Dan Gresik United Berbagi Angka

BOLATAJONG - Gresik United gagal menuai poin penuh pada laga perdana mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014. Itu setelah, mereka hanya bermain imbang dengan Persik Kediri 1-1 di Stadion Petrokimia, Gresik, Senin (3/2). Dengan demikian, GU gagal membalas kekalahan mereka dari Persik yang terjadi pada turnamen Inter Island Cup 2014, skor 1-2, 12 Januari lalu.

Pada laga ini, pelatih GU, Agus Yuwono langsung menurunkan skuat terbaiknya. Di lini belakang, Mahyadi Panggabean bakal saling bahu membahu dengan A.M Bahtiar, Otavio Dutra, serta Legimin Raharjo. Sementara di lini tengah, Agus menurunkan gelandang asal Jepang, Matsunaga Shohei. Untuk lini depan, Pape Latyr Ndiyaye bakal menjadi juru gedor GU.

Di lain pihak, Persik yang kali ini berstatus sebagai tim tamu juga langsung menurunkan tiga pemain asing mereka, yakni Michael Ndubuisi, Ngon A. Mamoun, dan Jean Paul Casimir Boumsong.

Jalannya pertandingan di babak pertama cukup ketat. Bertindak sebagai tuan rumah, GU langsung memberikan tekanan sejak menit awal pertandingan.

Tercatat, tiga peluang dimiliki Reza Mustofa dan kawan-kawan. Namun masih gagal berbuah gol. Begitu pula tendangan Mahyadi Panggabean yang mampu ditepis dengan baik oleh kiper Persik, Usman Pribadi.

Memasuki 10 menit pertandingan, kedua tim saling bergantian menyerang. Memasuki menit ke-15 Persik yang dilatih Hartono Ruslan terlihat mulai mengambil kendali permainan.

Pergerakan para gelandang Macan Putih seperti Rendi Irawan dan Ngon Mamoun mampu merepotkan barisan pertahanan GU.

Alih-alih mencetak gol, Persik justru kecolongan. Menyusul, Reza mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan terukur dari Matsunaga pada menit ke-28. Skor 1-0 untuk tuan rumah.

Tertinggal, Persik meningkatkan kembali intensitas serangan mereka. Hasilnya, melalui skema serangan balik cepat Tamsil mampu membuat Persik menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat golnya pada menit ke-39.

Skor 1-1 bertahan hingga wasit Bahrul Ulum meniup peluit tanda babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, hujan turun sangat deras yang membuat lapangan menjadi licin. Kedua tim pun menurunkan tempo permainan.

Pada menit ke-57 Persik membuka peluang lagi. Kali ini, umpan silang Ngon Mamoun gagal dieksekusi dengan baik oleh Boumsong. GU tak mau kalah. Striker mereka Pape Latyr melakukan sundulan tepat di depan gawang. Beruntung, Tamsil yang berada tepat di garis gawang masih mampu menyelamatkan gawang Persik dari kebobolan.

GU kembali mengancam pada menit ke-65. Kali ini melalui sepakan Reza. Namun lagi-lagi hanya membentur mistar gawang. Pun demikian dengan tendangan Kacung yang juga menerpa mistar gawang pada menit ke-73.

Gempuran tuan rumah pada lima menit akhir pertandingan juga masih belum berbuah gol. Skor akhir 1-1 bertahan hingga wasit meniupkan peluit akhir pertandingan.

Sunday, February 2, 2014

Sukses Timnas U-19 Bakal Difilmkan

BOLATAJONG - Peluncuran buku tentang Indra Sjafri dan Timnas Indonesia U-19 memang menghadirkan beberapa tokoh penting.

Diantaranya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Sekjen PSSI Joko Driyono, dan pelatih timnas U-23 Aji Santoso.

Tak pelak, kesempatan ini pun digunakan beberapa aktor yang disebut di atas untuk mengirimkan pesan khusus pada tim Garuda Jaya.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pesan dari Menparekraf, Mari Elka Pangestu. Ia menyebut jika kisah sukses Timnas U-19 bakal dijadikan film.

“Selain penerbitan buku ini, ada satu berita baik lagi. Buku Timnas Indonesia U-19 akan juga dijadikan film.Mizan Production sudah merencanakan untuk mewujudkannya,” terang Mari pada wartawan.

“Jadi buku ini sangat luar biasa. Buku dan film merupakan pekerjaan orang-orang kreatif yang bisa memiliki waktu untuk membangkitkan semangat, rasa optimisme, sekaligus bukti jika Indonesia ini bangsa yang besar!”

Hasil Imbang Di Laga Pertama Jorg Peter Sebut Oke

BOLATAJONG - Bertindak sebagai tuan rumah, tapi serasa bermain di luar kandang. Itulah yang dirasakan PSM Makassar kala menjamu Putra Samarinda, Minggu (2/2) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Hasilnya PSM harus berbagi satu angka setelah ditahan Pusam 1-1.

Pelatih PSM Jorg Peter Steinebrunner mengaku kurang puas dengan hasil ini. Bagi Jorg, seharusnya tim berjuluk Juku Eja itu bisa tampil lebih baik dari yang mereka tampilkan di pertandingan ini. “Anak-anak bermain di bawah performa,” aku Jorg.

Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini mengatakan, Juku Eja tak sepatutnya mendapat hasil imbang lawan Putra Samarinda. “Ini pertandingan pertama, satu poin oke lah. Tapi saya kurang senang dengan hasil ini,” tuturnya lagi.

Pada pertandingan ini PSM tampil dengan permainan keras menjurus kasar. Empat kartu kuning yang diterima pemain PSM adalah buntinya.

“Pemain masih sedikit canggung karena ini pertandingan pertama. Kontrol bola juga tidak kurang tenang. Kita main kandang, tapi serasa di kandang lawan,” ungkap pelatih asal Jerman ini menilai permainan anak buahnya. Apalagi, di pertandingan ini mereka tak mendapat dukungan suporter mereka, Maczman.

Djibril Bahagia Bisa Kembali Lagi Ke Persib

BOLATAJONG - Dua hari setelah keputusan pelatih Jajang Nurjaman untuk memanggil kembali Djibril Coulibaly, hari ini pemain asal Mali ini sudah menunjukkan batang hidungnya. Djibril hadir di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, untuk menyaksikan rekan-rekannya berjuang meraih kemenangan dari lawannya, Sriwijaya FC Palembang.

Djibril duduk di kursi Tribun VVIP didampingi agennya, Mahamadou. Saat ditemui wartawan, Djibril mengaku sangat senang bisa kembali ke tim Maung Bandung.

“Saya sangat senang. Terima kasih untuk semua yang masih memberi saya kepercayaan untuk tetap menjadi bagian dari tim Persib Bandung,” ungkap Djibril.

Seperti diberitakan, Janur terpaksa melepas Djiril karena pemain ini masih menderita cedera bawaan dari klub lamanya, Barito Putra. Saat itu Djibril masih membutuhkan waktu pemulihan sekitar 1 bulan lagi. Padahal kompetisi sudah akan dimulai sekitar 2 pekan lagi.

Namun karena tidak mendapatkan pemain pengganti yang sesuai harapan, Janur memilih untuk menunggu proses kesembuhan Djibril. Selama Djibril tidak berlatih bersama tim, Persib kedatangan 3 pemain seleksi yaitu Fortune Udo, Roberto Kwateh dan Emile Mbamba. Ketiganya dipulangkan karena tidak sesuai kriteria pemain yang dibutuhkan Persib.

Saat mendapat keputusan harus pergi dari Persib, Djibril mengaku sangat sedih. Bahkan bukan hanya dirinya, ia mengatakan rekan-rekan pemain lainnya pun menangis melepas kepergian Djibril.

“Saya sangat sedih waktu harus pergi. Ya, saya menangis. Teman-teman juga menangis. Karena saya tahu Persib adalah big big big team. Persib punya pemain-pemain yang berlualitas, sangat friendly dan kekeluargaan. Tapi sekarang saya menangis lagi, menangis bahagia,” tuturnya.

“Tapi saat itu saya merasa tidak benar-benar pernah meninggalkan Persib. Setiap saat pemain selalu komunikasi, apalagi sebelum dan setelah pertandingan. Coach juga terus komunikasi selama aku di Jakarta,” tambahnya

SBY Dan Para Pesohor Komentari Laga Persib vs Sriwijaya

BOLATAJONG - Hari ini Persib Bandung memulai perjalanannya di Liga Super Indonesia 2014 dengan menghadapai tim kuat, Sriwijaya FC di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Laga sangat ditunggu-tunggu bobotoh karena Persib terakhir main di Liga saat bulan September tahun lalu. 

Stadion pun penuh terisi, tiket habis. Dan bukan hanya sampai situ, di media sosial twitter, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak mau ketinggalan momen ini dengan ikut mengirim kicauannya di Twitter. Meski sempat typo dan membuat akunnya kebanjiran mention, SBY menyampaikan pesannya agar kedua klub yang bertanding bermain dengan semangat dan sportif.


Beberapa pejabat seperti Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang menyaksikan langsung di stadion, ikut meramaikan dunia twitter. Tidak mau kalah, mantan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf juga nge-tweet sehabis pertandingan.



Sergio Van Dijk yang kini lagi di Iran pun sempat menyampaikan selamat atas kemenangan Persib lewat akunnya. Padahal sebelmunya, sudah hampir dua bulan ia tidak menulis pesan di akun twitternya.

Dari stadion didilaporkan, atmosfer pertandingan yang dibangun oleh bobotoh membuat permainan kedua tim tampil 100 %. Bahkan masih banyak bobotoh yang tidak kebagian tiket di luar stadion sempat membuat gerbang stadion hampir jebol.

Kalahkan Sriwijaya Konate Sebut Kemenangan Yang Tak Mudah

BOLATAJONG - Makan Konate bersyukur PERSIB berhasil memenangkan pertandingan perdananya di Indonesia Super League (ISL) 2014. Ia pun mengaku senang menyumbangkan gol kemenangan bagi Maung Bandung atas Sriwjaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (02/2).

"Alhamdulillah. Saya senang hari ini bisa mencetak gol," katanya usai pertandingan, Minggu (02/2).
Pemain bernomor punggung 10 ini lebih lanjut menilai, Laskar Wong Kito – julukan Sriwijaya FC – tampil cukup bagus dalam pertandingan tersebut. Sehingga PERSIB pun cukup dibuat kesulitan untuk menjebol pertahanan anak asuh Subangkit.

"Sungguh kemenangan yang tak mudah buat kami. Ini pertandingan perdana yang sulit", terang pemain asal Mali itu.

Konate pun semakin bersemangat dan terus berjuang untuk dapat mencetak gol.
"Kami terus mencoba dan mencoba dan akhirnya Alhamdulillah Tuhan memberikan penalti dan masuk. Akhirnya kami dapat meraih kemenangan," ucapnya.

Konate pun berharap, hasil maksimal di pertandingan perdana tersebut dapat menjadi modal berharga untuk pertandingan selanjutnya menghadapi Persita Tangerang, Rabu (05/2).

Persembahan Koreografi Bobotoh Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Bobotoh menyuguhkan koreografi pada laga perdana tim kesayangannya, Persib, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (02/2). Ini merupakan pertandingan kandang perdana Maung Bandung di Grup Barat Indonesia Super League (ISL) 2014 menghadapi Sriwijaya FC.

Suporter yang berada di tribun timur memperlihatkan tulisan Viking dengan sentuhan warna merah, putih biru. Sedangkan sebuah gambar bendera merah putih tampak diperlihatkan di samping kiri tribun timur.

Sama halnya dengan tribun timur, tribun selatan pun menyuguhkan berbagai perpaduan warna, kuning, putih dan biru. Mereka terus mengibarkan plastik berwarna tersebut yang membuat suasana semakin meriah dengan lagu-lagu yang mengiringinya.

Dukungan berupa koreografi ini merupakan dukungan positif dari para Bobotoh untuk mendukung tim kebanggaannya. Terlebih adanya aturan baru tentang pertandingan dari PT Liga Indonesia.

Susah Payah Persib Taklukan Sriwijaya FC

BOLATAJONG - Persib Bandung akhirnya memenangkan pertandingan melawan Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0. Gol diciptakan Makan Konate dari titik putih. Hasil yang jauh dari perkiraan banyak orang yang diprediksi Persib akan menang mudah dengan gol lebih dari dua. Persib dengan segudang pemain timnasnya melawan Sriwijaya FC yang didominasi pemain muda dan 90% muka baru. Tapi kenyataannya Persib begitu ngos-ngosan menghadapi perlawanan militan punggawa Laskar Wong Kito.

Persib langsung melancarkan tekanan pada awal-awal pertandingan. Tantan sempat menjebol gawang Sriwijaya pada menit kedua. Sayang, sudah terlebih dahulu terjebak offside.

Atep sempat melepaskan tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-13. Namun, masih terlalu lemah dan bisa diamankan kiper Sriwijaya, Fauzi Toldo.

Tekanan demi tekanan Persib tak berhenti. Menit 18, tendangan Konate Makan dari dalam kotak penalti masih melebar. Konate kembali membahayakan pertahanan Sriwijaya lewat tendangan bebas. Kali ini masih membentur mistar gawang. Secara keseluruhan, Persib lebih banyak menguasai permainan dan banyak melancarkan tekanan. Namun, Maung Bandung belum bisa membobol gawang Laskar Wong Kito.

Sriwijaya sesekali melancarkan serangan balik. Di antaranya melalui tendangan jarak jauh Vendry Mofu. Hanya saja tak ada yang masuk ke gawang Persib yang dikawal I Made Wirawan.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua takdinyana Sriwijaya FC bangkit dan berhasil merepotkan lini pertahanan Persib. Beberapa kali Vujovic meski berjibaku menghalau serangan anak-anak SFC.

Lewat menit ke 80 para pemain Persib terlihat prustasi mendapati serangan mereka selalu mentah dibarisan pertahanan SFC. Ini terlihat dari mulai tidak terkontrolnya emosi para pemain. Tantan dihadiahi kartu kuning.

Keberuntungan akhirnya memihak Persib setelah salah seorang pemain Sriwijaya, Anis Nabar melakukan handsball di kotak terlarang, dan wasitpun menunjuk titik putih.

Makan Konate yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil melaksanakan tugasnya dengan sempurna, tendangan kerasnya gagal dihalau Fauzi Toldo. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Coach Djanur sangat bersyukur dengan kemenangan ini, terlebih diperoleh dengan tidak mudah.
" Alhamdulillah kita menang. Pertandingan tidak mudah. Mereka (Sriwijaya) bermain bagus. Kalau saja striker kita sedikit tenang mungkin tidak hanya 1 gol, tapi saya maklum ini pertandingan pertama." ungkap Djanur.

Saturday, February 1, 2014

Dejan Gluscevic Rindu Suasana Bandung

BOLATAJONG - Mantan bintang sepakbola Bandung era 1990 dan bermain di klub saingan Persib Bandung saat itu, Dejan Gluscevic, menyaksikan langsung laga Pelita Bandung Raya melawan Persita Tangerang, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (1/2/2014). Pada laga itu PBR menang 2-0.

Dejan duduk di tribun VVIP, bersebelahan dengan petinggi PBR, Tri Gustoro. Kepada wartawan, Dejan mengaku dirinya sengaja datang untuk menonton pertandingan ini dan tidak tergabung dengan jajaran kepelatihan PBR.

“Sekarang saya melatih timnas Singapura U-19. Sekarang di sini ada Pelita Bandung Raya, dan saya sengaja ingin tonton pertandingan dan mendukung Pelita Bandung Raya,” kata Dejan kepada Tribun di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung.

Dejan mengatakan, ia sudah lama tidak mengunjungi Bandung. Hanya saja, pada beberapa kesempatan, ia sempat mengunjungi Bandung untuk jalan-jalan ke seputar Bandung. “Saya ke sini dan selesai makan masakan Sunda, nasi goreng. Kenangan di Bandung ini memang banyak,” kata Dejan.

Ketika ditanya mengenai Pelita Bandung Raya, Dejan sendiri meminta maaf karena tidak bisa memberikan penilainya pada PBR. “Meski begitu saya selalu ikuti perkembangan klub-klub lokal di Indonesia lewat internet. Kalau soal kualitas, saya tidak bisa memberi komentar,” ujarnya.

Suasana Bandung yang sempat membesarkan namanya saat membela Mastrans Bandung Raya dan sempat juga membawa juara pada Liga Indonesia II tahun 1996, Dejan mengaku rindu dengan suasana Bandung. “Saya rindu Stadion Siliwangi Bandung. Makanya saya juga sekarang akan menyempatkan waktu nonton Persib,” kata Dejan.

Ketika membela Mastrans Bandung Raya, Dejan mengatakan dirinya selalu mengingat-ingat berapa gol yang berhasil ia ciptakan selama satu musim. Karenanya, ia menjadi pemain yang cukup terkenal di Bandung saat itu.

“Sekarang juga saya masih dikenal orang. Saya tinggal di Hyatt dan saat saya keluar dan pergi jalan-jalan, masih ada orang yang mengenal saya,” kata Dejan seraya mengatakan dirinya masih ingat, telah mencetak 30 gol selama semusim.

Di era itu, tidak hanya dirinya yang juga terkenal. Melainkan, Ajat Sudrajat, Hermansyah dan Peri Sandria, juga menjadi pemain panutan pecinta sepakbola Bandung. “Saya bukan apa-apa tanpa ada Ajat Sudrajat, Peri Sandria dan Hermansyah. Dan nama saya tidak bisa melebihi kebesaran nama-nama mereka,” katanya.

Kalah, Mitra Kukar Sebut Wasit Zadul

BOLATAJONG - Kepemimpinan wasit Dodi Setia Permana dikeluhkan oleh pihak Mitra Kukar. Bahkan kapten Zulkifli Syukur menyebut wasit asal Indramayu ini lebih menguntungkan kubu tuan rumah Persebaya Surabaya di laga yang berakhir, Sabtu (1/2) petang.

Zulkifli beranggapan, sejatinya permainan kedua tim cukup seimbang. Meski pada akhirnya Mitra harus menyerah dengan skor tipis 2-1. “Sangat disayangkan banyak keputusan wasit memberatkan kami. Lebih untungkan tuan rumah,” sebut eks pemain Persib Bandung ini.

Pemain asal Makassar ini menambahkan, kepemimpinan wasit Dodi tak mencerminkan revolusi sepakbola yang tengah didengungkan oleh PSSI. “Saya respek dengan Persebaya. Mereka layak menang. Tapi kita tak harus balik ke zaman dulu lagi kan, bahwa tuan rumah harus menang,” kritik penggawa Timnas Indonesia ini.

Zulkifli pantas marah. Mitra sebenarnya bisa menyamakan kedudukan andai wasit Dodi melihat aksi handball yang dilakukan bek Persebaya, Ambrizal di masa injury time babak kedua. Sayangnya wasit tak menganggap itu sebagai pelanggaran.

Bila Zulkifli berbicara lantang soal wasit, lain halnya dengan pelatih Mitra Kukar, Stefan Hansson yang terlihat adem ayem. “Kedua tim bermain bagus. Saya tidak mau komplain soal wasit karena pertandingan sudah selesai. Sebenarnya kita coba untuk mendapatkan satu poin,” tutup pelatih asal Swedia ini.

Strategi Berbeda Persija Gasak Barito

BOLATAJONG - Persija Jakarta mampu mengawali Liga Super Indonesia (ISL) musim 2014 dengan sangat baik. Mereka mampu merengkuh tiga poin kala bertandang ke markas Barito Putera, Stadion Demang Lehman, Martapura, Sabtu 1 Februari 2014, usai menang dengan skor 1-2.

Usai pertandingan, pelatih Persija, Beny Dollo mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhnya. Pelatih yang akrab disapa Bendol ini juga mengungkapkan alasannya menggunakan strategi berbeda di laga tandang dan kandang.

“Saya menempatkan Rohit Chand di depan, itu adalah strategi kami jika partai tandang. Di kandang, kami akan tetap pakai dua striker,” kata Bendol kepada wartawan.

“Penampilan Ivan Bosnjak cukup memuaskan, ia mampu membuka daerah lawan. Penampilan Ramdani juga cukup memuaskan. Gol yang tercipta berkat kepercayaan dirinya. Saya tekankan ke tim bahwa Barito punya endurance kuat dan pressing ketat. Jadi kami lakukan counter pressing.”

Dalam laga tersebut, Persija mampu mengejutkan Barito lewat gol cepat dari Rohit Chand (sebelumnya ditulis Amarzukih) saat laga baru berjalan tiga menit. Sepakan kerasnya tidak mampu dibendung oleh kiper Aditya Harlan, Persija unggul 1-0.

Keunggulan Persija tidak bertahan lama. Lima menit berselang, Barito mendapatkan hadiah penalti usai James Koko Lomell dilanggar di kotak terlarang oleh Fabiano Beltrame. Koko Lomell yang mengambil eksekusi penalti itu, sukses menyamakan kedudukan.

Di paruh kedua, tempo permainan lebih tinggi dari sebelumnya. Persija mampu membuat barisan belakang Barito kerepotan dengan serangan-serangan cepatnya. Beberapa kali, serangan Persija yang dikomandani Rohit sukses membuat barisan belakang Barito kerepotan.

Hasilnya, Persija kembali unggul di menit 83 lewat gol dari Ramdani Lestaluhu. Dan hingga laga usai, Persija sukses mempertahankan skor 1-2 untuk membawa pulang tiga angka.

RD: Kemenangan Patut Disyukuri

BOLATAJONG - Pelatih Persebaya Surabaya Rahmad Darmawan menilai para pemain telah memperlihatkan determinasi tinggi ketika mengalahkan Mitra Kukar dalam laga perdana mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014.

Dalam laga ini, Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne tampil sebagai pahlawan setelah eksekusi penaltinya memastikan kemenangan Bajul Ijo. Menanggapi hasil tersebut, Rahmad memberikan acungan jempol terhadap kinerja anak asuhnya, dan bersyukur atas pencapaian tim besutannya.

“Saya bersyukur dengan kemenangan ini, anak-anak bermain penuh determinasi dan mampu melewati laga tersebut dengan baik,” tutur RD, sapaan akrab Rahmad.

Hanya saja, RD menilai masih ada beberapa kelemahan yang diperlihatkan para pemain Green Force, dan ia akan segera dievaluasi menghadapi laga berikutnya.

“Masih ada gap saat kita melakukan serangan. Jarak antara gelandang dan lini depan terlalu lebar. Tentunya ini perlu perbaikan, dan mudah-mudahan cara bermain mereka bisa meningkat di masa mendatang,” sebutnya.

Di laga selanjutnya, Rabu (5/2), Persebaya akan kembali bermain di hadapan publik sendiri saat menjamu Putra Samarinda.

PSSI Siap Jewer Wasit Nakal

BOLATAJONG - Hari pertama Indonesia Super League (ISL) 2014 sudah diwarnai keputusan kontroversial wasit. Mitra Kukar kecewa berat dengan kinerja wasit Dodi Setia Purnama saat dijamu Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (1/2/2014).

Mitra Kukar merasa dirugikan dengan keputusan Dodi yang tidak memberikan hadiah penalti di menit-menit akhir saat pemain bertahan Persebaya Ambrizal terlihat menyentuh bola dengan tangan. Pemain belakang Mitra Kukar Diego Michels bahkan sampai menyindir Persebaya bermain dengan 12 pemain.

Akibat tak mendapat hadiah penalti, Mitra Kukar harus mengakui keunggulan Persebaya 1-2. Dua gol kemenangan Persebaya dicetak striker Emmanuel Kenmogne. Satu-satunya gol dari Mitra Kukar dihasilkan Erick Weeks.

Keluhan dari Mitra Kukar ini langsung ditanggapi Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. Melalui akunTwitter miliknya, La Nyalla membantah Persebaya di anak emaskan. Pria asal Jawa Timur itu memastikan komite wasit akan bertindak dan menjatuhkan hukuman bila Dodi terbukti bersalah.

“Tidak ada klub yang dianak emaskan. Wasit yang memimpin pertandingan Persebaya vs Mitra Kukar akan dihukum bila salah. Klub Mitra Kukar wajib melakukan protes bila merasa dirugikan wasit dengan hasil pertandingan tersebut. Insya Allah. Komite wasit akan bertindak,” kicau La Nyalla.

Persib Target Sempurna Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Persib Bandung mengusung poin sempurna pada partai kandang menjamu Sriwijaya FC pada laga perdana Indonesia Super League (ISL) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (2/2/2014).

"Di pertandingan pertama jelas kami ingin menang. Target kita tiga poin," kata pelatih Djadjang Nurdjaman di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Sabtu (1/2/2014).

Pria yang akrab disapa Djanur ini mengatakan, di partai pertamanya ini, Persib harus kehilangan dua pemain inti yakni M Ridwan dan Firman Utina saat menghadapi tim berjuluk Laskar Wong Kito itu. Keduanya dibekap cedera sehingga tak bisa memperkuat tim.

"Hanya Ridwan dan Firman yang absen di pertandingan nanti. Kita sudah antisipasi meredam Sriwijaya dengan absennya dua pemain kita. Selebihnya, saya bersyukur semua pemain dalam keadaan siap," ucapnya.

Dia menilai, Lasar Wong Kito sebuah tim yang tidak mudah dikalahkan sekalipun harus bermain di kandang lawan. Terlebih, hadirnya beberapa muka pemain baru membuat kekuatan klub asal Palembang ini tak dapat diremehkan.

"Sriwijaya tim dengan pengalaman bagus, pernah juara tentunya memiliki pengalaman bagus. Khususnya di musim ini, kita masih mewaspadai beberapa pemainnya termasuk Asri Akbar. Tetap kita tidak menganggap enteng Sriwijaya," ujarnya.

Arema Belum Perlu Pemain Asing Asia

BOLATAJONG - Pelatih Arema Cronus Indonesia, Suharno, mengaku tambahan satu slot untuk pemain asing Asia di tubuh Singo Edan masih belum mendesak. Sehingga, masih ada waktu untuk memantau kualitas pemain yang mengikuti seleksi.

"Dalam setiap laga, hanya ada tiga pemain asing yang bisa masuk line up baik sebagai pemain inti maupun cadangan. Satu pemain harus absen dan tidak boleh duduk di bangku cadangan," kata Suharno.

Oleh karena itu, lanjutnya, kebutuhan pemain asing baru tidak terlalu mendesak. Apalagi, pemain asing yang ada saat ini seluruhnya siap tempur baik secara fisik maupun mental.

Kabarnya manajemen Arema bakal merekrut Diogo Santos, namun hingga kini masih belum ada kejelasan mengenai status pemain keturunan Brasil tersebut. Pemain asing terakhir yang bergabung dengan Singo Edan itu dijadwalkan bergabung pada akhir pekan ini.

Namun CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, masih belum dapat memastikan mengenai bergabungnya pemain asing baru tersebut.

"Tunggu saja,'' katanya. ''Dalam waktu tidak lama pasti akan diketahui siapa pemain asing terakhir yang akan bergabung dengan Arema."

PSSI Siap Tegas Terhadap Suporter Nakal

BOLATAJONG - PSSI akan menindak suporter klub-klub Liga Super Indonesia yang  menyalakan petasan, kembang api, dan melempar barang ke dalam lapangan saat laga berlangsung.

Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan, penegakan disiplin dilakukan mulai dari level klub. Sebab, kejadian seperti ini akan berulang kembali di tim nasional, bila tidak diberikan tindakan tegas.

“Kami berkonsentrasi kepada tingkah laku buruk suporter. Kami akan menindak tegas bila ada bom asap dan kembang api. Kami meminta suporter bersikap tertib saat berada di dalam dan luar lapangan,” tutur Joko, ditemui dalam acara Media Workshop Menyongsong Kompetisi ISL 2014 di Senayan, Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Joko menjelaskan, pihaknya memberikan kewenangan kepada Komisi Disiplin untuk menegakkan hukuman. Hukuman diberikan kepada manajemen klub. Ini karena manajemen klub dianggap tidak bisa memberikan pendidikan kepada suporter. Hukuman bisa berupa denda atau larangan menggelar pertandingan tanpa penonton, tergantung tingkat kesalahan.

“Kalau kami lakukan pengamatan, banyak teman klub atau fans menyalakan kembang api untuk kesenangan dan seremoni. Tapi, kami pahami ini berdampak pada risiko pengamanan,” tuturnya.

Pada 2013, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan hukuman berupa denda dan larangan menggelar dua pertandingan kandang tanpa penonton, kepada PSSI.

Hukuman diberikan karena penonton melakukan aksi menyalakan petasan, kembang api, dan melempar barang ke dalam lapangan saat pertandingan berlangsung.

Dua Persiba Berbagi Angka Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Persiba Bantul menjalani debut mereka di laga perdana Indonesian Super League (ISL) dengan hasil cukup memuaskan. Bertanding di Stadion Parikesit, Balikpapan, Sabtu (1/2/2014) tadi anak asuh Sajuri Syahid berhasil menahan imbang Persiba Balikpapan dengan skor 1 – 1.

Persiba Bantul sendiri sebenarnya sudah tampil keteteran sejak babak pertama. Berkali-kali kiper Wahyu Tri Nugroho yang dipercaya mengenakan ban kapten juga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari serangan sporadis tim tuan rumah.

Kalah penguasaan bola membuat 30 menit pertama Persiba nyaris bertahan. Beruntung dua gol Persiba Balikpapan salah satunya dari Risky Novriansyah di awal pertandingan diabulir wasit karena dianggap offside.

Persiba baru mulai bangkit menit 35. Sayang tendangan keras wing back Persiba asal Persema Malang, Didik masih menyamping. Begitupun shooting Ryan Wahyu yang berhasil diblok kiper Persiba Balikpapan. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Babak kedua dimulai, Persiba tampak lebih bertenaga setelah masuknya Ibo dan Solehudin. Laga baru berjalan 5 menit Jejen membuka kebuntuan setelah mencetak gol. Persiba unggul sementara 1 – 0.

Sayang, tak berapa lama tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan. Adalah mantan bintang Persebaya Surabaya yang sempat menjalani seleksi di Persiba Bantul, Fernando Gaston Soler yang mencatatkan namanya di papan skor. Skor imbang 1 – 1.

Di 10 menit akhir pertandingan, serangan Persiba Balikpapan semakin membabi buta. Tak tanggung-tanggung, empat pemain penyerang dimainkan sekaligus oleh pelatih Jaya.

Beruntung meski sempat keteteran di masa injury time namun barisan pertahanan Persiba yang dikomando Johan Ibo dan Slamet Widodo masih aman. Skor 1 – 1 menjadi penutup pertandingan sore tadi.

Awal Manis PBR Kalahkan Persita

BOLATAJONG - Pelita Bandung Raya (PBR) mengawali kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014 dengan sangat baik. Menghadapi Persita Tangerang di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu (1/2), PBR berhasil menang dengan skor 2-0.

Laga PBR versus Persita adalah laga pembuka ISL di wilayah barat. Sementara di Wilayah Timur ISL sudah dibuka dengan kemenangan Persipura atas Persela 3-0.

Bermain di kandang sendiri membuat PBR langsung tampil menekan. Tim berjuluk The Boys Are Back itu sudah mendapatkan peluang di menit-menit awal lewat Gaston Castano dan Agus Indra Kurniawan.

Pendukung tuan rumah akhirnya bersorak di menit 37. Adalah gol Boban Nikolic yang membuat PBR unggul di babak pertama.

PBR tidak mengendurkan serangan di babak kedua. Hasilnya terlihat di menit 51, saat TA Musafri mencetak gol kedua untuk PBR.

PBR masih memburu gol di sisa waktu yang ada, Hal itu terlihat dengan masuknya Bambang Pamungkas di babak kedua. Namun hingga akhir pertandingan skot 2-0 untuk PBR tidak berubah.

Kenmogne Bawa Persebaya Kalahkan Mitra Kukar

BOLATAJONG - Persebaya Surabaya berhasil mengawali Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan sangat baik. Menghadapi tim kuat, Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (1/2), Persebaya berhasil menang dengan skor tipis 2-1.

Emanuel “Paco” Kenmogme layak dijadikan bintang dalam pertandinan ini. Itu karena mantan striker Persija Jakarta itu berhasil menceploskan dua gol untuk kemenangan Persebaya.

Gol pertama Kenmogne tercipta di menit ke-16. Memanfaatkan umpan Greg Nwokolo, Kenmogme berhasil mengelabui Joice Sorongan. 1-0 untuk Persebaya.

Sayang keunggulan Persebaya hanya berlangsung 3 menit. Mantan pemain Sriwijaya FC Erick Lewis berhasil membuat kedudukan menjadi 1-1 setelah memperdaya Ferry Rotinsulu! melalui tendangan bebas cantik.

Hanya bermain imbang di babak pertama, membuat Persebaya meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Sayang, sejumlah peluang Persebaya tidak membuahkan hasil karena kecemerlangan kiper Joice Sorongan.

Gol yang dinanti Persebaya akhirnya hadir di menit 68 melalui tendangan penalti Kenmogne. Penalti diberikan setelah Zulkifli Syukur melanggar Alfin Tuasalamony di kotak terlarang.

Setelah tertinggal Mitra Kukar mencoba membalas. Pelatih Steven Hansson memasukkan Fadil dan menggantikan Jajang Mulyana.

Pemain-pemain Mitra Kukar bersorak di menit kedua masa injury time dan mengklaim mendapat tendangan penalti. Dalam tayangan ulang, tangan Ambrizal terlihat menyentuh bola di kotak penalti. Namun wasit D Purnama tidak memberikan hadiah penalti untuk Mitra Kukar.

Hal itu membuat pemain-pemain Mitra Kukar tidak puas. Begitu wasit membunyikan peluit tanda pertandingan berakhir, pemain-pemain Mita Kukar langsung mengerubuni D Purnama guna melancarkan protes keras.

Meski diwarnai keputusan kontroversial di menit akhir, pertandingan tetap dimenangkan Persebaya dengan skor 2-1.

Kekuatan Seadanya Persik Siap Bertahan Di ISL

BOLATAJONG - Mendekati detik-detik akhir kick off Indonesian Super League (ISL), Persik Kediri akhirnya memiliki skuad komplit. Saat peresmian tim pada Jumat (31/1/2014) malam, Persik tercatat memiliki 28 pemain, termasuk sejumlah pemain muda potensial.

Seperti diperkirakan sebelumnya, kekuatan Persik tidak jauh berbeda dengan kekuatan di Divisi Utama musim lalu. Perbedaan hanya terlihat dari komposisi impor yang memunculkan nama Michael Ndubuisi, Ngon Mamoun, serta Jean Paul Boumsong.

Staf pelatih Persik Kediri tampaknya lebih melihat pada pengalaman ketiganya di sepakbola Indonesia. Sejak mengawali seleksi pada Desember 2013 silam, sebenarnya banyak pemain asing yang mengikuti seleksi. Tapi tak satu pun memikat hati sang pelatih.

Dari nama lokal, paling gereget adalah datangnya Rendi Irawan, eks pemain Persebaya 1927. Dia menjadi satu-satunya pemain yang nyaris layak menyandang predikat bintang untuk tim selevel Macan Putih. Nama lain mungkin Qischil Gandruminny yang dipinjam dari Arema Cronus.

Melihat kekuatan seperti ini, sebenarnya Persik hanya sekadar layak bertarung di Divisi Utama. Kepadatan skuad belum pantas untuk bicara babak delapan besar ISL, terutama jika melihat persaingan wilayah barat yang dijejali Arema Cronus, Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga Sriwijaya FC dan Semen Padang.

Tapi untuk sekadar bertahan di ISL, tampaknya pasukan yang dimiliki pelatih Hartono Ruslan sudah cukup bersaing. Paling tidak kombinasi pemain muda dan berpengalaman sudah cukup lumayan. Hanya saja perlu dilihat bagaimana performa tim yang persiapan pramusimnya tak sempurna.

“Kami memang kurang intensif dalam hal persiapan. Tapi itu bukan alasan untuk loyo di ISL. Saya ingin di tim Persik tercipta kebersamaan untuk menjadikan Persik tim yang sulit dikalahkan di ISL. Saya optimistis Persik akan kuat dengan dukungan dan doa Persikmania,” kata CEO anyar Persik Kediri, Adi Suwono.

Menerawang strategi, diprediksi tidak jauh berbeda dengan tim yang diturunkan pada Inter Island Cup silam. Dengan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1, nama-nama seperti Faris Aditama, Tamsil Sijaya, Rendy Syahputra, Rendi Irawan, Michael Ndubuisi, serta Jefry Dwi Hadi, masih menjadi kekuatan kunci.

Persik memiliki potensi di sektor sayap dengan keberadaan pelari cepat macam Rendy Syahputra, Faris Aditama, atau Qischil Gandruminny. Bukan sebuah kejutan jika format permainan tim ungu hampir mirip musim lalu, walau sudah berganti pelatih.

Hadirnya nama Jean Paul Boumsong dan Ngon Mamoun bakal memberi warna tersendiri di lini depan dan tengah. Ngon bisa memerankan posisi Oliver Makor musim lalu, sedangkan Boumsong diharapkan menjadi jawaban atas rumitnya pencarian striker Persik.

Sejak bermain di Divisi Utama, tim pujaan Persikmania belum pernah memiliki striker asing yang produktif. Boumsong yang berstatus sebagai top scorer Divisi Utama 2013 jelas memunculkan ekspektasi terkait rendahnya koleksi gol para penyerang Persik selama ini.

Lini tengah yang kedatangan Rendi Irawan sudah menampilkan performa aduhai di sejumlah laga pramusim di Stadion Brawijaya Kediri. Belum begitu jelas apakah Rendi nanti bakal diturunkan bersamaan dengan Ngon Mamoun karena keduanya bertipikal serupa.

Kelemahan Persik yang paling mencolok adalah kondisi fisik serta mental bertarung di luar kandang. Pada saat Inter Island Cup silam, dua kelemahan tersebut diakui dengan gamblang oleh Asisten Pelatih Aris Budi Sulistyo. Hingga kini belum bisa dipastikan perkembangannya.

Mapan atau tidaknya kondisi fisik dan mental pemain bakal berpengaruh langsung di laga awal ISL. Persik sedikit kurang beruntung karena harus mengawali liga dengan pertandingan away ke kandang Persegres Gresik United dan Arema Cronous.

Namun staf pelatih mengklaim pasukan Macan Putih sudah siap bertarung dengan optimal di laga awal nanti. “Kondisinya sudah berbeda dengan turnamen lalu. Sekarang semuanya harus berjuang dengan kemampuan terbaik. Kami harus tancap gas sejak awal musim,” cetus Aris Budi Sulistyo, Asisten Pelatih Persik.

Sapeh Kerap Mulai Jadi Rebutan

BOLATAJONG - Pengelolaan Persepam Madura United di bawah bendera PT Pojur Madura United mulai digoyah. Forum klub anggota pengcab PSSI Pamekasan melakukan audiensi dengan Bupati Pamekasan Achmad Syafii untuk mengakuisisi kepemilikan Laskar Sapeh Kerap.

Dalam pertemuan itu, forum yang diketuai Fathorrahman dari PSPM Proppo, Arif (Mitra Patemon), dan Nurul Ulum (perwakilan wasit) ini menilai Persepam milik Pamekasan, dan bukan Achsanul Qosasi yang menjabat sebagai manajer tim.

AQ, sapaan Achsanul, merespon dengan nada dingin terkait isu yang berkembang.
“Saya tak mau menanggapi. Saya tak kenal mereka,” ujar AQ saat dihubungi Goal Indonesia.

Pertemuan yang menginginkan akuisisi saham Persepam menjadi perbincangan hangat fanspage Persepam di salah satu jejaring sosial. Salah satu suporter Persepam, bahkan menilai tim kebanggaannya berusaha ditarik dalam arus politik.

“Jangan biarkan sepakbola Madura diseret ke politik licik. Ayo bergerak rakyat Madura semua,” demikian tulis akun “Namaku DE Dtt”.

Sementara itu, para pemain tidak ingin larut dalam situasi tersebut. Kapten tim Persepam Zaenal Arif memilih bungkam.

“Itu bukan kapasitas saya untuk menjawab. Tugas saya hanya bermain. Mengharumkan nama Madura di mata penikmat sepakbola tanah air,” ujar Abo, sebutan Zaenal, ketika diminta tanggapannya terhadap situasi ini.