BOLATAJONG - Beberapa klub peserta Indonesia Super League (ISL) masih dibelit
permasalahan gaji pemain serta ofisial klub. Oleh karena itu, Asosiasi
Pemain Sepakbola Indonesia (APSI) mengaku tengah berkomunikasi dengan
pihak PT Liga Indonesia (PT LI) serta klub-klub Indonesia Super League
(ISL) untuk segera menuntaskan masalah tersebut.
Ketua Umum APSI, Ismed Sofyan mengatakan pihaknya
mendapat laporan terkait masalah tersebut dan proses penyelesaiannya
masih dalam penjajakan. Beberapa laporan diterima APSI usai
menyelesaikan tunggakan gaji pemain dan ofisial PSPS Pekanbaru musim
2012-2013.
"Kami akan terus berkomunikasi dengan PT LI untuk
segera menuntaskan masalah ini, karena kami ingin segera dituntaskan,"
kata Ismed di Jakarta, Senin (3/2/2014).
Sebelumnya APSI sukses
membantu menyelesaikan masalah pembayaran gaji pemain dan ofisial PSPS
dengan jumlah 31 pemain dan total mencapai kurang lebih Rp. 1 miliar.
Kendati
demikian, yang baru terbayar sekitar Rp. 594 juta pada 23 Desember
lalu. Sementara sisa tunggakan untuk 13 orang akan segera dituntaskan.
Pembayaran
tersebut dibayarkan oleh PT LI melalui hak komersil PSPS yang
didapatkan tiap tahunnya. "Kita mendapat laporan dari PSPS Pekanbaru dan
kita menjembatani dengan PT LI agar proses pembayaran gaji
diselesaikan.
Kami bersyukur sudah dilakukan tahap pertama. Tapi belum semua. Pembayaran diserahkan langsung ke rekening pemain," ucap Ismed.
Kedepannya,
APSI mengaku tengah menyelesaikan masalah pengaduan Vali Khorsandi
Pishkenari, pemain asal Iran yang sebelumnya bermain di Persiwa Wamena,
namun baru menerima 10 persen dan gaji 3 bulan, yaitu Rp. 110 juta.
"Kami
akan terus mendata semua kasus yang diajukan kepada APSI, salah satunya
Vali Khorsandi Pishkenari. Selain itu kita harapkan semua pemain yang
bermasalahkan bisa berkomunikasi pada APSI agar permasalahan gaji bisa
diselesaikan," ucap Ismed.














