Pages

Tuesday, February 4, 2014

APSI Ajak PT LI Dan Klub Selesaikan Masalah Gaji

BOLATAJONG - Beberapa klub peserta Indonesia Super League (ISL) masih dibelit permasalahan gaji pemain serta ofisial klub. Oleh karena itu, Asosiasi Pemain Sepakbola Indonesia (APSI) mengaku tengah berkomunikasi dengan pihak PT Liga Indonesia (PT LI) serta klub-klub Indonesia Super League (ISL) untuk segera menuntaskan masalah tersebut.

Ketua Umum APSI, Ismed Sofyan mengatakan pihaknya mendapat laporan terkait masalah tersebut dan proses penyelesaiannya masih dalam penjajakan. Beberapa laporan diterima APSI usai menyelesaikan tunggakan gaji pemain dan ofisial PSPS Pekanbaru musim 2012-2013.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan PT LI untuk segera menuntaskan masalah ini, karena kami ingin segera dituntaskan," kata Ismed di Jakarta, Senin (3/2/2014).

Sebelumnya APSI sukses membantu menyelesaikan masalah pembayaran gaji pemain dan ofisial PSPS dengan jumlah 31 pemain dan total mencapai kurang lebih Rp. 1 miliar. 

Kendati demikian, yang baru terbayar sekitar Rp. 594 juta pada 23 Desember lalu. Sementara sisa tunggakan untuk 13 orang akan segera dituntaskan.

Pembayaran tersebut dibayarkan oleh PT LI melalui hak komersil PSPS yang didapatkan tiap tahunnya. "Kita mendapat laporan dari PSPS Pekanbaru dan kita menjembatani dengan PT LI agar proses pembayaran gaji diselesaikan. 

Kami bersyukur sudah dilakukan tahap pertama. Tapi belum semua. Pembayaran diserahkan langsung ke rekening pemain," ucap Ismed.

Kedepannya, APSI mengaku tengah menyelesaikan masalah pengaduan Vali Khorsandi Pishkenari, pemain asal Iran yang sebelumnya bermain di Persiwa Wamena, namun baru menerima 10 persen dan gaji 3 bulan, yaitu Rp. 110 juta.

"Kami akan terus mendata semua kasus yang diajukan kepada APSI, salah satunya Vali Khorsandi Pishkenari. Selain itu kita harapkan semua pemain yang bermasalahkan bisa berkomunikasi pada APSI agar permasalahan gaji bisa diselesaikan," ucap Ismed.

Hadapi PBR, Sriwijaya FC Krisis Lini Bertahan

BOLATAJONG - Jelang laga kedua menghadapi Pelita Bandung Raya (PBR) dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL), Kamis (6/2) mendatang, Sriwijaya FC menghadapi krisis pemain belakang. Mereka harus kehilangan beberapa pilar di barisan pertahanan akibat cedera.

Asri Akbar dan Ahmad Sumardi dipastikan menepi karena mengalami cedera saat menghadapi Persib Bandung. Asri terkena cedera hamstring sehingga harus ditarik keluar di babak pertama, sedangkan Sumardi memar di bagian lutut.

“Cedera Asri tergolong parah dibandingkan Sumardi karena setelah ditarik keluar dia masih merasa kesakitan. Sedangkan Sumardi hanya memerah pada lutut bawahnya dan mulai berangsur pulih tapi belum dapat diturunkan pada laga selanjutnya,” ujar Subangkit, pelatih kepala Sriwijaya FC, Rabu (4/2).

Cedera kedua pemain tersebut menambah panjang daftar pemain yang harus berkutat masalah cedera. Sebelumnya ada Lancine Kone, Maman Abdurahman dan M Hamzah. Kone luka robek di jari, Hamzah cedera paha dan Maman cedera hamstring.

“Kita panggil Firdaus Ramadhan yang pada pertandingan Persib kemarin ditinggal di Palembang. Tapi belum tentu langsung kita mainkan, kita lihat dulu perkembangan terakhir kondisi Maiga apakah fit atau tidak saat nanti pertandingan menghadapi PBR,” jelas Subangkit.

Pertandingan Kedua Bukti Kelayakan Persibaya

BOLATAJONG - Setelah menang 2-1 secara kontroversial dari Mitra Kukar, Persebaya kembali melakoni laga kandang melawan Putra Samarinda, Rabu (5/2) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Di pertandingan ini Persebaya ingin membuktikan sukses di laga perdana layak mereka peroleh.

“Kami sudah melakukan evaluasi dan menutupi kekurangan melalui simulasi. Semoga saja pada pertandingan nanti apa yang sudah saya terapkan di latihan bisa berjalan efektif,” tutur Rahmad Darmawan usai pertemuan teknik, Selasa (4/2) nanti.

Akan tetapi, tim berjulukan Bajul Ijo itu juga patut waspada. Sebab, para pemain Pusam dikenal memiliki kecepatan dan sangat licin ketika mengolah di kulit bundar.

“Mereka punya pemain yang memiliki kualitas dan kecepatan. Ada Joko Sasongko, Bayu Gatra dan Engelbert Sani. Mereka pemain berkualitas yang berpotensi menyulitkan kami,” ucap Rahmad.

Persiram dan Persiba Balikpapan Berbagi Angka

BOLATAJONG - Persiram Raja Ampat yang menjadi tim musafir karena harus bermain di stadion Maguwoharjo, Sleman, berhasil ditahan tim tamu Persiba Balikpapan. Persiba sendiri mendapatkan hasil imbang kedua mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014, Selasa (4/2) sore.

Begitu babak pertama dimulai, kedua tim sama-sama langsung tancap gas. Keduanya tidak malu untuk membuka ruang dan melancarkan serangan.

Pada menit kesebelas, pemain belakang dari Persiram Gidion Viktor Way mendapat peluang hasil umpan Mbida Messi, tapi sayang bola hasil tembakannya kurang tepat mengarah.

Tak lama, giliran Aksu Toure yang berikan perlawanan untuk kubu tuan rumah, tapi kesempatan itu mentah karena tembakannya tipis tak temui sasaran.

Toure cukup membuat Persiram kerepotan, beberapa kali determinasi dari pemain sayap Beruang Madu itu membuat pertahanan tuan rumah harus terus waspada.

Persiram mulai keluar dari tekanan di menit ke-30, Moses Banggo dan Ortizan sempat mengancam gawang kubu tamu. Tak tertinggal Osas Saha yang jadi momok bagi Rendi Siregar dkk di lini belakang Persiba, aktif bergerak membuat pemain belakang tetap waspada.

Soler yang jadi tumpuan Persiba Balikpapan di lini depan, punya peluang sempurna untuk membawa timnya unggul di menit ke-42, tapi keberuntungan belum menghampiri sehingga Deny Marcell yang mengawal gawang Persiram masih mampu mengamankan bola yang sempat terlepas dari pelukannya itu.

Skor kaca mata pun bertahan hingga wasit Suparman meniupkan peluitnya, tanda babak pertama usai.

Tak Mau Main-Main Persita Siap Gasak Persib 5-0

BOLATAJONG - Tak ingin kembali mengulangi kekalahan, Pelatih Kepala Persita Tangerang Arcan Iurie memotivasi anak asuhnya untuk lebih percaya diri saat nanti menghadapi skuat Maung Bandung. Terlebih, di laga perdana, anak asuhnya harus mengalami kekalahan saat dijamu Pelita Bandung Raya (PBR) beberapa hari lalu.

"Melawan Persib jangan main-main, kita harus tetap percaya diri jangan hilang semangat. Kita harus lebih dari pertandingan saat lawan PBR. Mudah-mudahan, semua strategi tim bisa berjalan bagus dan tetap harus memiliki motivasi," kata Iurie.

Iurie sendiri tetap menargetkan kemenangan pada laga kedua yang akan dilakoninya kali ini. Beberapa pilar intinya seperti Cristian Carrasco yang sempat absen di pertandingan pertama, diakuinya kini telah dalam kondisi terbaik.

"Ada beberapa pemain kita yang sudah siap main saat lawan persib nanti. Mudah-mudahan tidak kehilangan poin di Bandung. Target menang 5-0 (sambil bercanda), salam buat Persib," tutupnya.

Jelang Penutupan Transfer Persib Kejar Striker Asia

BOLATAJONG - Jelang penutupan bursa pemain Indonesia Super League (ISL) 2014, 14 Februari mendatang, manajemen Persib masih memburu pemain asing asal Asia untuk posisi striker. Bahkan, beberapa tawaran pemain asing sudah masuk, salah satunya pemain asal Jepang.

Akan tetapi, dengan usia yang sudah menginjak 34 tahun, manajer Persib Umuh Muchtar mengaku sedikit ragu. Ia pun menolaknya.

"Kata agennya pemain itu bagus. Tapi, saya ragu, karena belum pernah main di Indonesia dan usianya sudah 34 tahun. Saya berharap pemain asing Asia yang kita cari usianya maksimal 30 tahun," kata Umuh, di Stadion Siliwangi, Selasa (04/2).

Ia pun berharap, manajemen dapat segera menemukan pemain yang diharapkan. Apalagi waktu yang diberikan untuk pendaftaran pemain ke PT Liga Indonesia semakin dekat. "Ada waktu beberapa minggu lagi. Semoga dapat lebih cepat menemukan pemain yang kita harapkan," imbuhnya.

Tiga pemain asing sempat ikut seleksi beberapa waktu lalu. Namun, ketiganya tidak sesuai dengan harapan pelatih Djadjang Nurdjaman.

Monday, February 3, 2014

Bonek Berulah Persebaya Kena Tuah

BOLATAJONG - Manajemen Persebaya Surabaya terancam denda Rp 10 juta. Persebaya terancam sanksi lantaran ulah suporter mereka, Bonek Mania, yang menyalakan flare saat laga Persebayamelawan Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (1/2/2014) sore.

“Suporter Persebaya menyalakan flare. Ini menjadi kasus pertama yang akan di follow up oleh Komisi Disiplin,” ujar CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, Senin (3/2/2014).

Joko Driyono menjelaskan, di dalam Kode Disiplin yang mengatur mengenai keamanan pertandingan, jika pertandingan tertunda karena tingkah laku suporter, maka manajemen klub bisa dihukum. Jika kejadian ini berulang, bisa saja klub menggelar laga tanpa penonton.

“Sanksi awal diberikan denda sebesar Rp 5 juta sampai Rp 10 Juta. Apabila kejadian ini kembali terulang, maka denda dilipatgandakan. Untuk berikutnya, manajemen klub menggelar laga tanpa penonton,” tuturnya.

Berdasarkan laporan yang telah diterima Joko Driyono mengenai laga awal di kompetisi ISL, pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PSSI menilai semuanya berjalan lancar. “Jadwal ditetapkan tereksekusi dengan baik. Tidak ada masalah jadwal. Sejauh ini semuanya berjalan tanpa halangan signifikan,” katanya.

Umuh Minta Bobotoh Jadi Suporter Sejati

BOLATAJONG - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mewanti-wanti agar bobotoh tetap berperilaku tertib saat Persib Bandung menjamu Persita Tangerang di laga kedua Indonesia Super League (ISL), Rabu (5/2/2014) besok.

"Bobotoh harus tetap berperilaku tertib ketika menyaksikan Persib di stadion, dengan tidak menyalakan petasan atau sejenisnya. Bobotoh harus ikut membantu Persib selama pertandingan," ujar Umuh di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Selasa (4/2/2014).

Umuh menjelaskan, dengan tidak menyalakan petasan sepanjang pertandingan, bobotoh telah ikut membantu Maung Bandung. Setidaknya, Komisi Disiplin PS

"Kalau masih ada kembang api di dalam pertandingan, itu bukan bobotoh, tetapi itu oknum supaya Persib terkena sanksi. Kalau benar-benar seorang bobotoh, mereka akan ikut menjaga Persib dari sanksi. Bobotoh sejati tidak akan mungkin menginginkan timnya terkena sanksi," ucapnya.

Jika petasan, flare dan semacamnya dibunyikan setelah berakhirnya laga, tidak menjadi masalah. Pasalnya, pertandingan pun telah berhenti, sehingga tidak mengganggu jalannya pertandingan.

"Kecuali jika sudah berakhir pertandingan, itu tidak masalah. Yang terpenting tidak saat masih dalam pertandingan, itu pastinya mengganggu," ujarnya.

Umuh menegaskan, jika masih kedapatan ada oknum bobotoh yang berperilaku tak menyenangkan, dia berharap agar Panitia Pelaksana (Panpel) bersikap tegas. Caranya dengan memperingatkan langsung di lapangan.

"Itu harus ditindak tegas oleh Panpel. Saya juga berharap agar bobotoh yang benar-benar bobotoh ikut membantu, jadi suporter sejati dengan ikut memperingatkan bobotoh lainnya. Saya meminta, agar bobotoh saling mengingatkan," pungkasnya.


Hajar Persijap, Arema Puncaki Klasemen Wilayah Barat

BOLATAJONG - Arema Cronus berhasil memuncaki klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) Wilayah Barat. Hal itu setelah tim besutan Suharno menghajar Persijap Jepara 4-1 di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin 3 Februari 2014.

Arema sudah unggul saat laga baru berjalan 2 menit. Berawal dari kerja sama apik dengan Beto Goncalves di kotak penalti, El Loco berhasil mengkoversi peluang menjadi gol.

Arema menggandakan keunggulan menit 33. Aktornya kali ini adalah Samsul Arif. Pemain 29 tahun ini berhasil memanfaatkan umpan silang Alfarizi. Dengan membalik badan, Samsul membobol gawang Persijap.

Persijap sempat memperkecil ketertinggalan menit 54. Berawal dari tendangan bebas, Ahmad Noviandani memanfaatkan bola rebound dan membobol gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga.

Empat menit kemudian, Arema menegaskan keunggulan. Beto yang lepas dari pengawalan berhasil membobol gawang Persijap.

Belum cukup sampai di situ, Singo Edan kembali menambah pundi-pundi gol pada menit 63. Kali ini tendangan keras Gustavo Lopez bersarang di gawang tim tamu. Skor 4-1 untuk keunggulan Arema pun bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini membuat Arema menempati puncak klasemen Wilayah Barat. Singo Edan mengumpulkan 3 poin, unggul selisih gol atas Pelita Bandung Raya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.

Nunggak Gaji, Persijap Hanya Punya 18 Pemain

BOLATAJONG - Persijap Jepara akan melakoni laga perdana mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014 melawan Arema Cronus, Senin (3/2) malam. Namun masih ada permasalahan yang membelit tim berjulukan Laskar Kalinyamat itu.

Permasalahannya adalah mereka masih belum melunasi tunggakan gaji pemain lebih dari Rp300 juta. Hal itu diungkapkan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, saat ditemui wartawan di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Senin (3/2).

Imbasnya, berdasarkan kebijakan PT LI yang sudah diumumkan sebelumnya, maka PT LI hanya mengesahkan 18 pemain Persijap yang bisa dipakai dalam kompetisi.

“Persijap telah mendaftarkan sekitar 25 pemain. Namun kami hanya sahkan 18 pemain. Kami tidak mendapatkan konfirmasi sehingga dipastikan cuma 18 pemain,” ujar Joko.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan sebenarnya Persijap bisa saja menggunakan seluruh pemain yang didaftarkan. Dengan cara memberikan wewenang kepada PT LI untuk mengambil alih proses penyelesaian. Nantinya, PT LI akan menyelesaikan gaji pemain dengan mengambil dari hak kontribusi komersial yang dimiliki oleh Persijap.

Tapi, masih menurut Joko, pihak Persijap menyatakan masih ingin bernegosiasi lebih dulu dengan para pemain mereka. “Persijap akan menggunakan 18 pemain hingga memenuhi hak pemain,” tegas pria yang juga menjabat Sekjen PSSI ini.

Jadi Industri, Nonton ISL Harus Bayar

BOLATAJONG - Publik sepakbola Indonesia kini tidak bisa lagi menikmati seluruh tayangan sepakbola nasional secara gratis. Beberapa pertandingan di kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2014 ditayangkan eksklusif melalui televisi berbayar.

BVSports selaku pemegang hak komersial ISL telah memutuskan untuk memproduksi beberapa pertandingan secara eksklusif. Pertandingan-pertandingan itu hanya bisa didapat jika konsumen membeli produk dari K-Vision.

“Memang, ada beberapa pertandingan yang hanya bisa ditonton di channel BVSport1. Ada juga beberapa yang bisa disaksikan lewat saluran televisi grup MNC. Mengapa dibatasi? Ini terkait dengan komersialisasi Liga di Indonesia,” kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, ketika ditemui VIVAbola di Jakarta, Senin 3 Februari 2014.

Dibeberkan oleh Joko, 95 persen produksi tayangan ISL sebenarnya dikerjakan oleh BVSport. Sehingga, jika para penikmat sepakbola Tanah Air ingin menonton seluruh pertandingan ISL, mereka harus membeli produk dari K-Vision.

Saat ini, publik memang masih dibuat bingung dengan produk dari K-Vision. Pasalnya, peredaran produknya masih belum diketahui banyak orang.

“Memang dalam 1 hingga 2 bulan ini masih ada sosialisasi. PT Liga dan BVSport akan bekerja sama untuk mengedukasi para penonton terkait kebijakan televisi berbayar,” ucap Joko.

“Publik sepakbola Indonesia memang terlena dengan tayangan gratis dari pertandingan sepakbola. Sedangkan di Eropa menonton pertandingan sepakbola harus melalui televisi berbayar. Jika ingin masuk era industri, maka cara-cara seperti ini harus dilakukan. Pada dasarnya, sebagai pemegang hak komersial, BVSport berhak mengatur produksi dari ISL,” sambung pria asal Ngawi itu.

Menurut situs resmi K-Vision, produk ini dapat dipesan melalui costumer service dengan nomor telepon 500-828. Selain itu bagi pengguna Parabola C-Band, dapat menyaksikan siaran promo KVision di: PalapaD, 113° Bujur Timur, Frekuensi 3600-POL V, SR 31000 FEC ¾

Ridwal Kamil; Wali Kota Dan Bobotoh Teladan

BOLATAJONG - Sikap tauladan ditunjukkan Ridwan Kamil dalam mendukung PERSIB Bandung. Saat menonton laga melawan Sriwijaya FC kemarin, (2/02) ia tetap bersedia membeli tiket.

Jabatannya sebagai Walikota Bandung yang jelas-jelas pemimpin kota tempat PERSIB bernaung, bukan menjadi alasan baginya untuk bersikap arogan dengan nonton gratis di stadion. Dengan mengenakan iket Sunda dan jersey PERSIB, Ridwan dengan bangga menunjukkan tiket sebagai bukti Bobotoh sejati.

Pertandingan yang tepat dilaksanakan hari Minggu membuat Ridwan Kamil memiliki waktu untuk datang langsung mendukung PERSIB di Stadion Si Jalak Harupat. Namun, Pak Wali yang ngetrend dengan kata "Tetot" di akun Twitternya tersebut bukan datang untuk cari hiburan atau melepas penat.

Melihat di laga kemarin, 'kebobotohan' Ridwan tak perlu diragukan. Meski duduk di tribun VIP dan didampingi Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Kuswara S Taryono, Pak Wali muda satu ini tak terlihat jaim (jaga image).

Setelah raut mukanya serius mengamati pertandingan, ia beberapa kali spontan berdiri kala Tantan dkk mendapatkan peluang. Beginilah Bobotoh tauladan, bersedia beli tiket, tertib dan tak sungkan untuk mendukung PERSIB.

Inginkan Djibril Mitra Kukar Bertepuk Sebelah Tangan

BOLATAJONG - Manajemen Mitra Kukar hingga kini masih mengincar satu striker asing sebelum jendela transfer ditutup setelah memutuskan tidak merekrut David Balla.

Balla sempat mengikuti latihan di Solo, dan melakoni laga uji coba, serta mencetak satu gol. Hanya saja, pelatih Stefan Hansson menilai kemampuan Balla tidak mumpuni, mengingat lawan yang dihadapi berada di bawah standar tim Naga Mekes.

“Sampai saat ini kita masih mencari satu pemain asing. Sampai sekarang belum ada. Untuk David Balla tak jadi dikontrak, karena tak sesuai dengan keinginan manajemen,” ungkap asisten manajer Nor Alam.

Manajemen Mitra Kukar sempat dikabarkan ingin memboyong Djibril Coulibaly. Namun, sayang sepertinya hasrat Mitra Kukar bertepuk sebelah tangan, peluang mendapatkan mantan bintang Barito Putera itu hampir pasti tertutup, karena Persib Bandung membatalkan pencoretan Cooulibaly.

“Belum thau lagi kepastiannya. Tapi saat ini kami masih mencari pemain asing,” kata Alam.
Alam menambahkan, Hansson juga ikut membantu merekomendasikan sejumlah pemain yang pernah menjadi anak asuhnya, seperti Balla saat di Vietnam.

“Semoga aja dalam waktu dekat kita bisa mendapatkan pemain asing untuk mengisi kekosongan di lini depan Mitra. Kalau sudah ada, nanti kita kabari lagi,” tukasnya.

Persik Dan Gresik United Berbagi Angka

BOLATAJONG - Gresik United gagal menuai poin penuh pada laga perdana mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014. Itu setelah, mereka hanya bermain imbang dengan Persik Kediri 1-1 di Stadion Petrokimia, Gresik, Senin (3/2). Dengan demikian, GU gagal membalas kekalahan mereka dari Persik yang terjadi pada turnamen Inter Island Cup 2014, skor 1-2, 12 Januari lalu.

Pada laga ini, pelatih GU, Agus Yuwono langsung menurunkan skuat terbaiknya. Di lini belakang, Mahyadi Panggabean bakal saling bahu membahu dengan A.M Bahtiar, Otavio Dutra, serta Legimin Raharjo. Sementara di lini tengah, Agus menurunkan gelandang asal Jepang, Matsunaga Shohei. Untuk lini depan, Pape Latyr Ndiyaye bakal menjadi juru gedor GU.

Di lain pihak, Persik yang kali ini berstatus sebagai tim tamu juga langsung menurunkan tiga pemain asing mereka, yakni Michael Ndubuisi, Ngon A. Mamoun, dan Jean Paul Casimir Boumsong.

Jalannya pertandingan di babak pertama cukup ketat. Bertindak sebagai tuan rumah, GU langsung memberikan tekanan sejak menit awal pertandingan.

Tercatat, tiga peluang dimiliki Reza Mustofa dan kawan-kawan. Namun masih gagal berbuah gol. Begitu pula tendangan Mahyadi Panggabean yang mampu ditepis dengan baik oleh kiper Persik, Usman Pribadi.

Memasuki 10 menit pertandingan, kedua tim saling bergantian menyerang. Memasuki menit ke-15 Persik yang dilatih Hartono Ruslan terlihat mulai mengambil kendali permainan.

Pergerakan para gelandang Macan Putih seperti Rendi Irawan dan Ngon Mamoun mampu merepotkan barisan pertahanan GU.

Alih-alih mencetak gol, Persik justru kecolongan. Menyusul, Reza mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan terukur dari Matsunaga pada menit ke-28. Skor 1-0 untuk tuan rumah.

Tertinggal, Persik meningkatkan kembali intensitas serangan mereka. Hasilnya, melalui skema serangan balik cepat Tamsil mampu membuat Persik menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat golnya pada menit ke-39.

Skor 1-1 bertahan hingga wasit Bahrul Ulum meniup peluit tanda babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, hujan turun sangat deras yang membuat lapangan menjadi licin. Kedua tim pun menurunkan tempo permainan.

Pada menit ke-57 Persik membuka peluang lagi. Kali ini, umpan silang Ngon Mamoun gagal dieksekusi dengan baik oleh Boumsong. GU tak mau kalah. Striker mereka Pape Latyr melakukan sundulan tepat di depan gawang. Beruntung, Tamsil yang berada tepat di garis gawang masih mampu menyelamatkan gawang Persik dari kebobolan.

GU kembali mengancam pada menit ke-65. Kali ini melalui sepakan Reza. Namun lagi-lagi hanya membentur mistar gawang. Pun demikian dengan tendangan Kacung yang juga menerpa mistar gawang pada menit ke-73.

Gempuran tuan rumah pada lima menit akhir pertandingan juga masih belum berbuah gol. Skor akhir 1-1 bertahan hingga wasit meniupkan peluit akhir pertandingan.

Sunday, February 2, 2014

Sukses Timnas U-19 Bakal Difilmkan

BOLATAJONG - Peluncuran buku tentang Indra Sjafri dan Timnas Indonesia U-19 memang menghadirkan beberapa tokoh penting.

Diantaranya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Sekjen PSSI Joko Driyono, dan pelatih timnas U-23 Aji Santoso.

Tak pelak, kesempatan ini pun digunakan beberapa aktor yang disebut di atas untuk mengirimkan pesan khusus pada tim Garuda Jaya.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pesan dari Menparekraf, Mari Elka Pangestu. Ia menyebut jika kisah sukses Timnas U-19 bakal dijadikan film.

“Selain penerbitan buku ini, ada satu berita baik lagi. Buku Timnas Indonesia U-19 akan juga dijadikan film.Mizan Production sudah merencanakan untuk mewujudkannya,” terang Mari pada wartawan.

“Jadi buku ini sangat luar biasa. Buku dan film merupakan pekerjaan orang-orang kreatif yang bisa memiliki waktu untuk membangkitkan semangat, rasa optimisme, sekaligus bukti jika Indonesia ini bangsa yang besar!”