BOLATAJONG - PSSI akan menindak suporter klub-klub Liga Super Indonesia yang
menyalakan petasan, kembang api, dan melempar barang ke dalam lapangan
saat laga berlangsung.
Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan, penegakan disiplin dilakukan
mulai dari level klub. Sebab, kejadian seperti ini akan berulang kembali
di tim nasional, bila tidak diberikan tindakan tegas.
“Kami berkonsentrasi kepada tingkah laku buruk suporter. Kami akan
menindak tegas bila ada bom asap dan kembang api. Kami meminta suporter
bersikap tertib saat berada di dalam dan luar lapangan,” tutur Joko,
ditemui dalam acara Media Workshop Menyongsong Kompetisi ISL 2014 di
Senayan, Jakarta, Jumat (31/1/2014).
Joko menjelaskan, pihaknya memberikan kewenangan kepada Komisi
Disiplin untuk menegakkan hukuman. Hukuman diberikan kepada manajemen
klub. Ini karena manajemen klub dianggap tidak bisa memberikan
pendidikan kepada suporter. Hukuman bisa berupa denda atau larangan
menggelar pertandingan tanpa penonton, tergantung tingkat kesalahan.
“Kalau kami lakukan pengamatan, banyak teman klub atau fans
menyalakan kembang api untuk kesenangan dan seremoni. Tapi, kami pahami
ini berdampak pada risiko pengamanan,” tuturnya.
Pada 2013, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan hukuman
berupa denda dan larangan menggelar dua pertandingan kandang tanpa
penonton, kepada PSSI.
Hukuman diberikan karena penonton melakukan aksi menyalakan petasan,
kembang api, dan melempar barang ke dalam lapangan saat pertandingan
berlangsung.

0 comments:
Post a Comment