Pages

Saturday, February 1, 2014

Dejan Gluscevic Rindu Suasana Bandung

BOLATAJONG - Mantan bintang sepakbola Bandung era 1990 dan bermain di klub saingan Persib Bandung saat itu, Dejan Gluscevic, menyaksikan langsung laga Pelita Bandung Raya melawan Persita Tangerang, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (1/2/2014). Pada laga itu PBR menang 2-0.

Dejan duduk di tribun VVIP, bersebelahan dengan petinggi PBR, Tri Gustoro. Kepada wartawan, Dejan mengaku dirinya sengaja datang untuk menonton pertandingan ini dan tidak tergabung dengan jajaran kepelatihan PBR.

“Sekarang saya melatih timnas Singapura U-19. Sekarang di sini ada Pelita Bandung Raya, dan saya sengaja ingin tonton pertandingan dan mendukung Pelita Bandung Raya,” kata Dejan kepada Tribun di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung.

Dejan mengatakan, ia sudah lama tidak mengunjungi Bandung. Hanya saja, pada beberapa kesempatan, ia sempat mengunjungi Bandung untuk jalan-jalan ke seputar Bandung. “Saya ke sini dan selesai makan masakan Sunda, nasi goreng. Kenangan di Bandung ini memang banyak,” kata Dejan.

Ketika ditanya mengenai Pelita Bandung Raya, Dejan sendiri meminta maaf karena tidak bisa memberikan penilainya pada PBR. “Meski begitu saya selalu ikuti perkembangan klub-klub lokal di Indonesia lewat internet. Kalau soal kualitas, saya tidak bisa memberi komentar,” ujarnya.

Suasana Bandung yang sempat membesarkan namanya saat membela Mastrans Bandung Raya dan sempat juga membawa juara pada Liga Indonesia II tahun 1996, Dejan mengaku rindu dengan suasana Bandung. “Saya rindu Stadion Siliwangi Bandung. Makanya saya juga sekarang akan menyempatkan waktu nonton Persib,” kata Dejan.

Ketika membela Mastrans Bandung Raya, Dejan mengatakan dirinya selalu mengingat-ingat berapa gol yang berhasil ia ciptakan selama satu musim. Karenanya, ia menjadi pemain yang cukup terkenal di Bandung saat itu.

“Sekarang juga saya masih dikenal orang. Saya tinggal di Hyatt dan saat saya keluar dan pergi jalan-jalan, masih ada orang yang mengenal saya,” kata Dejan seraya mengatakan dirinya masih ingat, telah mencetak 30 gol selama semusim.

Di era itu, tidak hanya dirinya yang juga terkenal. Melainkan, Ajat Sudrajat, Hermansyah dan Peri Sandria, juga menjadi pemain panutan pecinta sepakbola Bandung. “Saya bukan apa-apa tanpa ada Ajat Sudrajat, Peri Sandria dan Hermansyah. Dan nama saya tidak bisa melebihi kebesaran nama-nama mereka,” katanya.

Kalah, Mitra Kukar Sebut Wasit Zadul

BOLATAJONG - Kepemimpinan wasit Dodi Setia Permana dikeluhkan oleh pihak Mitra Kukar. Bahkan kapten Zulkifli Syukur menyebut wasit asal Indramayu ini lebih menguntungkan kubu tuan rumah Persebaya Surabaya di laga yang berakhir, Sabtu (1/2) petang.

Zulkifli beranggapan, sejatinya permainan kedua tim cukup seimbang. Meski pada akhirnya Mitra harus menyerah dengan skor tipis 2-1. “Sangat disayangkan banyak keputusan wasit memberatkan kami. Lebih untungkan tuan rumah,” sebut eks pemain Persib Bandung ini.

Pemain asal Makassar ini menambahkan, kepemimpinan wasit Dodi tak mencerminkan revolusi sepakbola yang tengah didengungkan oleh PSSI. “Saya respek dengan Persebaya. Mereka layak menang. Tapi kita tak harus balik ke zaman dulu lagi kan, bahwa tuan rumah harus menang,” kritik penggawa Timnas Indonesia ini.

Zulkifli pantas marah. Mitra sebenarnya bisa menyamakan kedudukan andai wasit Dodi melihat aksi handball yang dilakukan bek Persebaya, Ambrizal di masa injury time babak kedua. Sayangnya wasit tak menganggap itu sebagai pelanggaran.

Bila Zulkifli berbicara lantang soal wasit, lain halnya dengan pelatih Mitra Kukar, Stefan Hansson yang terlihat adem ayem. “Kedua tim bermain bagus. Saya tidak mau komplain soal wasit karena pertandingan sudah selesai. Sebenarnya kita coba untuk mendapatkan satu poin,” tutup pelatih asal Swedia ini.

Strategi Berbeda Persija Gasak Barito

BOLATAJONG - Persija Jakarta mampu mengawali Liga Super Indonesia (ISL) musim 2014 dengan sangat baik. Mereka mampu merengkuh tiga poin kala bertandang ke markas Barito Putera, Stadion Demang Lehman, Martapura, Sabtu 1 Februari 2014, usai menang dengan skor 1-2.

Usai pertandingan, pelatih Persija, Beny Dollo mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhnya. Pelatih yang akrab disapa Bendol ini juga mengungkapkan alasannya menggunakan strategi berbeda di laga tandang dan kandang.

“Saya menempatkan Rohit Chand di depan, itu adalah strategi kami jika partai tandang. Di kandang, kami akan tetap pakai dua striker,” kata Bendol kepada wartawan.

“Penampilan Ivan Bosnjak cukup memuaskan, ia mampu membuka daerah lawan. Penampilan Ramdani juga cukup memuaskan. Gol yang tercipta berkat kepercayaan dirinya. Saya tekankan ke tim bahwa Barito punya endurance kuat dan pressing ketat. Jadi kami lakukan counter pressing.”

Dalam laga tersebut, Persija mampu mengejutkan Barito lewat gol cepat dari Rohit Chand (sebelumnya ditulis Amarzukih) saat laga baru berjalan tiga menit. Sepakan kerasnya tidak mampu dibendung oleh kiper Aditya Harlan, Persija unggul 1-0.

Keunggulan Persija tidak bertahan lama. Lima menit berselang, Barito mendapatkan hadiah penalti usai James Koko Lomell dilanggar di kotak terlarang oleh Fabiano Beltrame. Koko Lomell yang mengambil eksekusi penalti itu, sukses menyamakan kedudukan.

Di paruh kedua, tempo permainan lebih tinggi dari sebelumnya. Persija mampu membuat barisan belakang Barito kerepotan dengan serangan-serangan cepatnya. Beberapa kali, serangan Persija yang dikomandani Rohit sukses membuat barisan belakang Barito kerepotan.

Hasilnya, Persija kembali unggul di menit 83 lewat gol dari Ramdani Lestaluhu. Dan hingga laga usai, Persija sukses mempertahankan skor 1-2 untuk membawa pulang tiga angka.

RD: Kemenangan Patut Disyukuri

BOLATAJONG - Pelatih Persebaya Surabaya Rahmad Darmawan menilai para pemain telah memperlihatkan determinasi tinggi ketika mengalahkan Mitra Kukar dalam laga perdana mereka di Indonesia Super League (ISL) 2014.

Dalam laga ini, Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne tampil sebagai pahlawan setelah eksekusi penaltinya memastikan kemenangan Bajul Ijo. Menanggapi hasil tersebut, Rahmad memberikan acungan jempol terhadap kinerja anak asuhnya, dan bersyukur atas pencapaian tim besutannya.

“Saya bersyukur dengan kemenangan ini, anak-anak bermain penuh determinasi dan mampu melewati laga tersebut dengan baik,” tutur RD, sapaan akrab Rahmad.

Hanya saja, RD menilai masih ada beberapa kelemahan yang diperlihatkan para pemain Green Force, dan ia akan segera dievaluasi menghadapi laga berikutnya.

“Masih ada gap saat kita melakukan serangan. Jarak antara gelandang dan lini depan terlalu lebar. Tentunya ini perlu perbaikan, dan mudah-mudahan cara bermain mereka bisa meningkat di masa mendatang,” sebutnya.

Di laga selanjutnya, Rabu (5/2), Persebaya akan kembali bermain di hadapan publik sendiri saat menjamu Putra Samarinda.

PSSI Siap Jewer Wasit Nakal

BOLATAJONG - Hari pertama Indonesia Super League (ISL) 2014 sudah diwarnai keputusan kontroversial wasit. Mitra Kukar kecewa berat dengan kinerja wasit Dodi Setia Purnama saat dijamu Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (1/2/2014).

Mitra Kukar merasa dirugikan dengan keputusan Dodi yang tidak memberikan hadiah penalti di menit-menit akhir saat pemain bertahan Persebaya Ambrizal terlihat menyentuh bola dengan tangan. Pemain belakang Mitra Kukar Diego Michels bahkan sampai menyindir Persebaya bermain dengan 12 pemain.

Akibat tak mendapat hadiah penalti, Mitra Kukar harus mengakui keunggulan Persebaya 1-2. Dua gol kemenangan Persebaya dicetak striker Emmanuel Kenmogne. Satu-satunya gol dari Mitra Kukar dihasilkan Erick Weeks.

Keluhan dari Mitra Kukar ini langsung ditanggapi Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. Melalui akunTwitter miliknya, La Nyalla membantah Persebaya di anak emaskan. Pria asal Jawa Timur itu memastikan komite wasit akan bertindak dan menjatuhkan hukuman bila Dodi terbukti bersalah.

“Tidak ada klub yang dianak emaskan. Wasit yang memimpin pertandingan Persebaya vs Mitra Kukar akan dihukum bila salah. Klub Mitra Kukar wajib melakukan protes bila merasa dirugikan wasit dengan hasil pertandingan tersebut. Insya Allah. Komite wasit akan bertindak,” kicau La Nyalla.

Persib Target Sempurna Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Persib Bandung mengusung poin sempurna pada partai kandang menjamu Sriwijaya FC pada laga perdana Indonesia Super League (ISL) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (2/2/2014).

"Di pertandingan pertama jelas kami ingin menang. Target kita tiga poin," kata pelatih Djadjang Nurdjaman di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Sabtu (1/2/2014).

Pria yang akrab disapa Djanur ini mengatakan, di partai pertamanya ini, Persib harus kehilangan dua pemain inti yakni M Ridwan dan Firman Utina saat menghadapi tim berjuluk Laskar Wong Kito itu. Keduanya dibekap cedera sehingga tak bisa memperkuat tim.

"Hanya Ridwan dan Firman yang absen di pertandingan nanti. Kita sudah antisipasi meredam Sriwijaya dengan absennya dua pemain kita. Selebihnya, saya bersyukur semua pemain dalam keadaan siap," ucapnya.

Dia menilai, Lasar Wong Kito sebuah tim yang tidak mudah dikalahkan sekalipun harus bermain di kandang lawan. Terlebih, hadirnya beberapa muka pemain baru membuat kekuatan klub asal Palembang ini tak dapat diremehkan.

"Sriwijaya tim dengan pengalaman bagus, pernah juara tentunya memiliki pengalaman bagus. Khususnya di musim ini, kita masih mewaspadai beberapa pemainnya termasuk Asri Akbar. Tetap kita tidak menganggap enteng Sriwijaya," ujarnya.

Arema Belum Perlu Pemain Asing Asia

BOLATAJONG - Pelatih Arema Cronus Indonesia, Suharno, mengaku tambahan satu slot untuk pemain asing Asia di tubuh Singo Edan masih belum mendesak. Sehingga, masih ada waktu untuk memantau kualitas pemain yang mengikuti seleksi.

"Dalam setiap laga, hanya ada tiga pemain asing yang bisa masuk line up baik sebagai pemain inti maupun cadangan. Satu pemain harus absen dan tidak boleh duduk di bangku cadangan," kata Suharno.

Oleh karena itu, lanjutnya, kebutuhan pemain asing baru tidak terlalu mendesak. Apalagi, pemain asing yang ada saat ini seluruhnya siap tempur baik secara fisik maupun mental.

Kabarnya manajemen Arema bakal merekrut Diogo Santos, namun hingga kini masih belum ada kejelasan mengenai status pemain keturunan Brasil tersebut. Pemain asing terakhir yang bergabung dengan Singo Edan itu dijadwalkan bergabung pada akhir pekan ini.

Namun CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, masih belum dapat memastikan mengenai bergabungnya pemain asing baru tersebut.

"Tunggu saja,'' katanya. ''Dalam waktu tidak lama pasti akan diketahui siapa pemain asing terakhir yang akan bergabung dengan Arema."

PSSI Siap Tegas Terhadap Suporter Nakal

BOLATAJONG - PSSI akan menindak suporter klub-klub Liga Super Indonesia yang  menyalakan petasan, kembang api, dan melempar barang ke dalam lapangan saat laga berlangsung.

Sekjen PSSI Joko Driyono mengatakan, penegakan disiplin dilakukan mulai dari level klub. Sebab, kejadian seperti ini akan berulang kembali di tim nasional, bila tidak diberikan tindakan tegas.

“Kami berkonsentrasi kepada tingkah laku buruk suporter. Kami akan menindak tegas bila ada bom asap dan kembang api. Kami meminta suporter bersikap tertib saat berada di dalam dan luar lapangan,” tutur Joko, ditemui dalam acara Media Workshop Menyongsong Kompetisi ISL 2014 di Senayan, Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Joko menjelaskan, pihaknya memberikan kewenangan kepada Komisi Disiplin untuk menegakkan hukuman. Hukuman diberikan kepada manajemen klub. Ini karena manajemen klub dianggap tidak bisa memberikan pendidikan kepada suporter. Hukuman bisa berupa denda atau larangan menggelar pertandingan tanpa penonton, tergantung tingkat kesalahan.

“Kalau kami lakukan pengamatan, banyak teman klub atau fans menyalakan kembang api untuk kesenangan dan seremoni. Tapi, kami pahami ini berdampak pada risiko pengamanan,” tuturnya.

Pada 2013, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan hukuman berupa denda dan larangan menggelar dua pertandingan kandang tanpa penonton, kepada PSSI.

Hukuman diberikan karena penonton melakukan aksi menyalakan petasan, kembang api, dan melempar barang ke dalam lapangan saat pertandingan berlangsung.

Dua Persiba Berbagi Angka Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Persiba Bantul menjalani debut mereka di laga perdana Indonesian Super League (ISL) dengan hasil cukup memuaskan. Bertanding di Stadion Parikesit, Balikpapan, Sabtu (1/2/2014) tadi anak asuh Sajuri Syahid berhasil menahan imbang Persiba Balikpapan dengan skor 1 – 1.

Persiba Bantul sendiri sebenarnya sudah tampil keteteran sejak babak pertama. Berkali-kali kiper Wahyu Tri Nugroho yang dipercaya mengenakan ban kapten juga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari serangan sporadis tim tuan rumah.

Kalah penguasaan bola membuat 30 menit pertama Persiba nyaris bertahan. Beruntung dua gol Persiba Balikpapan salah satunya dari Risky Novriansyah di awal pertandingan diabulir wasit karena dianggap offside.

Persiba baru mulai bangkit menit 35. Sayang tendangan keras wing back Persiba asal Persema Malang, Didik masih menyamping. Begitupun shooting Ryan Wahyu yang berhasil diblok kiper Persiba Balikpapan. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Babak kedua dimulai, Persiba tampak lebih bertenaga setelah masuknya Ibo dan Solehudin. Laga baru berjalan 5 menit Jejen membuka kebuntuan setelah mencetak gol. Persiba unggul sementara 1 – 0.

Sayang, tak berapa lama tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan. Adalah mantan bintang Persebaya Surabaya yang sempat menjalani seleksi di Persiba Bantul, Fernando Gaston Soler yang mencatatkan namanya di papan skor. Skor imbang 1 – 1.

Di 10 menit akhir pertandingan, serangan Persiba Balikpapan semakin membabi buta. Tak tanggung-tanggung, empat pemain penyerang dimainkan sekaligus oleh pelatih Jaya.

Beruntung meski sempat keteteran di masa injury time namun barisan pertahanan Persiba yang dikomando Johan Ibo dan Slamet Widodo masih aman. Skor 1 – 1 menjadi penutup pertandingan sore tadi.

Awal Manis PBR Kalahkan Persita

BOLATAJONG - Pelita Bandung Raya (PBR) mengawali kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014 dengan sangat baik. Menghadapi Persita Tangerang di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu (1/2), PBR berhasil menang dengan skor 2-0.

Laga PBR versus Persita adalah laga pembuka ISL di wilayah barat. Sementara di Wilayah Timur ISL sudah dibuka dengan kemenangan Persipura atas Persela 3-0.

Bermain di kandang sendiri membuat PBR langsung tampil menekan. Tim berjuluk The Boys Are Back itu sudah mendapatkan peluang di menit-menit awal lewat Gaston Castano dan Agus Indra Kurniawan.

Pendukung tuan rumah akhirnya bersorak di menit 37. Adalah gol Boban Nikolic yang membuat PBR unggul di babak pertama.

PBR tidak mengendurkan serangan di babak kedua. Hasilnya terlihat di menit 51, saat TA Musafri mencetak gol kedua untuk PBR.

PBR masih memburu gol di sisa waktu yang ada, Hal itu terlihat dengan masuknya Bambang Pamungkas di babak kedua. Namun hingga akhir pertandingan skot 2-0 untuk PBR tidak berubah.

Kenmogne Bawa Persebaya Kalahkan Mitra Kukar

BOLATAJONG - Persebaya Surabaya berhasil mengawali Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan sangat baik. Menghadapi tim kuat, Mitra Kukar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (1/2), Persebaya berhasil menang dengan skor tipis 2-1.

Emanuel “Paco” Kenmogme layak dijadikan bintang dalam pertandinan ini. Itu karena mantan striker Persija Jakarta itu berhasil menceploskan dua gol untuk kemenangan Persebaya.

Gol pertama Kenmogne tercipta di menit ke-16. Memanfaatkan umpan Greg Nwokolo, Kenmogme berhasil mengelabui Joice Sorongan. 1-0 untuk Persebaya.

Sayang keunggulan Persebaya hanya berlangsung 3 menit. Mantan pemain Sriwijaya FC Erick Lewis berhasil membuat kedudukan menjadi 1-1 setelah memperdaya Ferry Rotinsulu! melalui tendangan bebas cantik.

Hanya bermain imbang di babak pertama, membuat Persebaya meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Sayang, sejumlah peluang Persebaya tidak membuahkan hasil karena kecemerlangan kiper Joice Sorongan.

Gol yang dinanti Persebaya akhirnya hadir di menit 68 melalui tendangan penalti Kenmogne. Penalti diberikan setelah Zulkifli Syukur melanggar Alfin Tuasalamony di kotak terlarang.

Setelah tertinggal Mitra Kukar mencoba membalas. Pelatih Steven Hansson memasukkan Fadil dan menggantikan Jajang Mulyana.

Pemain-pemain Mitra Kukar bersorak di menit kedua masa injury time dan mengklaim mendapat tendangan penalti. Dalam tayangan ulang, tangan Ambrizal terlihat menyentuh bola di kotak penalti. Namun wasit D Purnama tidak memberikan hadiah penalti untuk Mitra Kukar.

Hal itu membuat pemain-pemain Mitra Kukar tidak puas. Begitu wasit membunyikan peluit tanda pertandingan berakhir, pemain-pemain Mita Kukar langsung mengerubuni D Purnama guna melancarkan protes keras.

Meski diwarnai keputusan kontroversial di menit akhir, pertandingan tetap dimenangkan Persebaya dengan skor 2-1.

Kekuatan Seadanya Persik Siap Bertahan Di ISL

BOLATAJONG - Mendekati detik-detik akhir kick off Indonesian Super League (ISL), Persik Kediri akhirnya memiliki skuad komplit. Saat peresmian tim pada Jumat (31/1/2014) malam, Persik tercatat memiliki 28 pemain, termasuk sejumlah pemain muda potensial.

Seperti diperkirakan sebelumnya, kekuatan Persik tidak jauh berbeda dengan kekuatan di Divisi Utama musim lalu. Perbedaan hanya terlihat dari komposisi impor yang memunculkan nama Michael Ndubuisi, Ngon Mamoun, serta Jean Paul Boumsong.

Staf pelatih Persik Kediri tampaknya lebih melihat pada pengalaman ketiganya di sepakbola Indonesia. Sejak mengawali seleksi pada Desember 2013 silam, sebenarnya banyak pemain asing yang mengikuti seleksi. Tapi tak satu pun memikat hati sang pelatih.

Dari nama lokal, paling gereget adalah datangnya Rendi Irawan, eks pemain Persebaya 1927. Dia menjadi satu-satunya pemain yang nyaris layak menyandang predikat bintang untuk tim selevel Macan Putih. Nama lain mungkin Qischil Gandruminny yang dipinjam dari Arema Cronus.

Melihat kekuatan seperti ini, sebenarnya Persik hanya sekadar layak bertarung di Divisi Utama. Kepadatan skuad belum pantas untuk bicara babak delapan besar ISL, terutama jika melihat persaingan wilayah barat yang dijejali Arema Cronus, Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga Sriwijaya FC dan Semen Padang.

Tapi untuk sekadar bertahan di ISL, tampaknya pasukan yang dimiliki pelatih Hartono Ruslan sudah cukup bersaing. Paling tidak kombinasi pemain muda dan berpengalaman sudah cukup lumayan. Hanya saja perlu dilihat bagaimana performa tim yang persiapan pramusimnya tak sempurna.

“Kami memang kurang intensif dalam hal persiapan. Tapi itu bukan alasan untuk loyo di ISL. Saya ingin di tim Persik tercipta kebersamaan untuk menjadikan Persik tim yang sulit dikalahkan di ISL. Saya optimistis Persik akan kuat dengan dukungan dan doa Persikmania,” kata CEO anyar Persik Kediri, Adi Suwono.

Menerawang strategi, diprediksi tidak jauh berbeda dengan tim yang diturunkan pada Inter Island Cup silam. Dengan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1, nama-nama seperti Faris Aditama, Tamsil Sijaya, Rendy Syahputra, Rendi Irawan, Michael Ndubuisi, serta Jefry Dwi Hadi, masih menjadi kekuatan kunci.

Persik memiliki potensi di sektor sayap dengan keberadaan pelari cepat macam Rendy Syahputra, Faris Aditama, atau Qischil Gandruminny. Bukan sebuah kejutan jika format permainan tim ungu hampir mirip musim lalu, walau sudah berganti pelatih.

Hadirnya nama Jean Paul Boumsong dan Ngon Mamoun bakal memberi warna tersendiri di lini depan dan tengah. Ngon bisa memerankan posisi Oliver Makor musim lalu, sedangkan Boumsong diharapkan menjadi jawaban atas rumitnya pencarian striker Persik.

Sejak bermain di Divisi Utama, tim pujaan Persikmania belum pernah memiliki striker asing yang produktif. Boumsong yang berstatus sebagai top scorer Divisi Utama 2013 jelas memunculkan ekspektasi terkait rendahnya koleksi gol para penyerang Persik selama ini.

Lini tengah yang kedatangan Rendi Irawan sudah menampilkan performa aduhai di sejumlah laga pramusim di Stadion Brawijaya Kediri. Belum begitu jelas apakah Rendi nanti bakal diturunkan bersamaan dengan Ngon Mamoun karena keduanya bertipikal serupa.

Kelemahan Persik yang paling mencolok adalah kondisi fisik serta mental bertarung di luar kandang. Pada saat Inter Island Cup silam, dua kelemahan tersebut diakui dengan gamblang oleh Asisten Pelatih Aris Budi Sulistyo. Hingga kini belum bisa dipastikan perkembangannya.

Mapan atau tidaknya kondisi fisik dan mental pemain bakal berpengaruh langsung di laga awal ISL. Persik sedikit kurang beruntung karena harus mengawali liga dengan pertandingan away ke kandang Persegres Gresik United dan Arema Cronous.

Namun staf pelatih mengklaim pasukan Macan Putih sudah siap bertarung dengan optimal di laga awal nanti. “Kondisinya sudah berbeda dengan turnamen lalu. Sekarang semuanya harus berjuang dengan kemampuan terbaik. Kami harus tancap gas sejak awal musim,” cetus Aris Budi Sulistyo, Asisten Pelatih Persik.

Sapeh Kerap Mulai Jadi Rebutan

BOLATAJONG - Pengelolaan Persepam Madura United di bawah bendera PT Pojur Madura United mulai digoyah. Forum klub anggota pengcab PSSI Pamekasan melakukan audiensi dengan Bupati Pamekasan Achmad Syafii untuk mengakuisisi kepemilikan Laskar Sapeh Kerap.

Dalam pertemuan itu, forum yang diketuai Fathorrahman dari PSPM Proppo, Arif (Mitra Patemon), dan Nurul Ulum (perwakilan wasit) ini menilai Persepam milik Pamekasan, dan bukan Achsanul Qosasi yang menjabat sebagai manajer tim.

AQ, sapaan Achsanul, merespon dengan nada dingin terkait isu yang berkembang.
“Saya tak mau menanggapi. Saya tak kenal mereka,” ujar AQ saat dihubungi Goal Indonesia.

Pertemuan yang menginginkan akuisisi saham Persepam menjadi perbincangan hangat fanspage Persepam di salah satu jejaring sosial. Salah satu suporter Persepam, bahkan menilai tim kebanggaannya berusaha ditarik dalam arus politik.

“Jangan biarkan sepakbola Madura diseret ke politik licik. Ayo bergerak rakyat Madura semua,” demikian tulis akun “Namaku DE Dtt”.

Sementara itu, para pemain tidak ingin larut dalam situasi tersebut. Kapten tim Persepam Zaenal Arif memilih bungkam.

“Itu bukan kapasitas saya untuk menjawab. Tugas saya hanya bermain. Mengharumkan nama Madura di mata penikmat sepakbola tanah air,” ujar Abo, sebutan Zaenal, ketika diminta tanggapannya terhadap situasi ini.

Persebaya: Wajib Menang Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Tuan rumah Persebaya Surabaya akan menghadapi Mitra Kukar pada laga perdana kompetisi Indonesia Super League 2014 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu besok. Persebaya menegaskan ingin meraih kemenangan dalam laga itu.

Asisten Pelatih Persebaya Tony Ho, persiapan timnya menghadapi kompetisi ISL sudah berjalan dengan baik dan seluruh pemain dalam kondisi siap berlaga.

"Terus terang, laga pertama memang berat, karena kami belum banyak mengetahui kekuatan lawan. Tapi, kami akan tampil maksimal untuk bisa meraih kemenangan," kata Tony Ho, Jumat (31/1/2014).

Soal materi pemain yang akan menjadi starter pada laga perdana tersebut, Tony tidak bersedia mengungkapkannya. Menurut dia, semua pemain memiliki kesempatan sama untuk diturunkan.

"Tidak ada istilah pemain inti atau cadangan di tim kami. Siapa pemain yang besok kondisinya paling siap, pelatih sudah pasti akan memainkannya," tambah Tony, yang musim sebelumnya sukses membawa Persebaya menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia.

Hanya saja Tony menjelaskan, beberapa pemain yang sempat mengalami cedera ringan ketika berlatih, saat ini kondisinya sudah pulih, seperti Greg Nwokolo dan Emmanuel Kenmogne.

Sementara itu, Asisten Manajer Mitra Kukar, Nur Alam, mengakui Persebaya adalah tim kuat yang memiliki materi pemain bagus sehingga timnya harus berjuang keras jika ingin meraih angka.

"Ini pertemuan pertama Mitra Kukar dengan Persebaya di ISL, sudah pasti kami juga ingin meraih hasil maksimal. Kami datang ke Surabaya dengan membawa sebanyak 21 pemain," ujarnya

Denda Menanti Bagi Yang Malas Jumpa Pers!

BOLATAJONG - Para pelatih dan pemain tidak boleh lagi menganggap enteng pelaksanaan jumpa pers di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Pasalnya, PT Liga Indonesia akan bersikap tegas terkait hal tersebut. Aturan ketat akan diterapkan di sesi jumpa pers resmi sebelum dan sesudah pertandingan.

Di sesi itu, klub yang bersangkutan diwajibkan menghadirkan pelatih kepala dan kapten tim atau salah satu pemain mereka dalam jumpa pers. Hal itu sudah diatur dalam regulasi ISL 2014 pasal 49.

"Kalau pelatih kepala dan pemain tidak menghadiri sesi jumpa pers, maka akan dihukum denda," kata Asep Saputra, Bidang Media PT Liga Indonesia, dalam acara Media Workshop Menyongsong Kompetisi 2014 di ruang jumpa pers Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Untuk hukuman denda besarnya Rp10 juta. "Tapi, sebelum memberikan sanksi itu pasti kami akan memberikan peringatan lebih dulu. Apabila tidak ada tanggapan atau diulangi, maka sanksi ini akan langsung diterapkan dan itu melalui keputusan Komdis PSSI," ucap Asep.

Peraturan ini diterapkan PT Liga Indonesia karena musim lalu ada beberapa pelatih kepala yang tidak menghadiri sesi jumpa pers. "Pada musim lalu belum ada regulasinya seperti ini. Tapi setelah ada regulasinya harus diterapkan," tegas Asep.

Persipura Lumat Persela Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Juara bertahan Indonesia Super League, Persipura Jayapura sukses meraih kemenangan saat menjamu Persela Lamongan. Bermain di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (1/2/2013) WIT, Persipura menang telak dengan skor 3-0.

Persipura yang masih dilatih Jacksen F. Tiago sempat kesulitan di awal babak pertama. Mereka bahkan harus bermain bertahan karena tim tamu tampil dengan agresifitas tingkat tinggi. 

Tim Mutiara Hitam coba balikkan keadaan. Mereka mulai melancarkan serangan dan kesempatan lahir dari kaki Jun Sik di menit ke-21. Tapi gol pertama Persipura justru tercipta dari aksi Lukas Mandowen. Setelah menerima umpan Yustinus Pae, Lukas tanpa ragu langsung melepaskan tembakan yang mengarah ke dalam gawang. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 tidak berubah.

Di babak kedua, Persela coba ambil kendali permainan. Beberapa kali mereka melakukan serangan yang masih mampu diredam barisan pertahanan kubu tuan rumah.

Menit 66, Persela diganjar hukuman penalti. Hukuman itu diberikan wasit karena Suroso dianggap melakukan pelanggaran terhadap Ian louis Kabes. 

Kabes yang dipercaya sebagai eksekutor mampu melakukan tugasnya dengan sempurna. Lewat sepakan kaki kanannya, Kabes menyarangkan bola ke pojok kiri gawang Persela kawalan Choirul Huda.

Persipura memperbesar keunggulannya di menit 80. Kali ini gol terjadi lewat aksi bunuh diri Dodok Anang. Ia yang coba menghalau bola hasil sepakan Pahabol, justru menggetarkan gawang timnnya sendiri. Skor 3-0 akhirnya bertahan hingga laga usai.

Meski tanpa sang kapten Boaz Salossa, Persipura tetap mampu mengamankan raihan tiga poin. Di laga berikutnya, mereka bakal tampil melawan Persepam Madura United. Sementara Persela, Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu akan melanjutkan laga tandang ke markas Perseru Serui

Anggap Masih Layak Persib Rekrut Kembali Djibril

BOLATAJONG - Pelatih PERSIB Djadjang Nurdjaman mengakui dalam waktu dekat ini akan kembali mendatangkan Djibril Coulibaly. Sebelumnya, Djibril dicoret karena mengalami cedera.

Djadjang mengatakan, keputusan dirinya untuk kembali merekrut mantan pemain Barito Putra setelah melalui proses yang cukup matang. Dirinya pun telah berembuk terlebih dulu dengan pihak manajemen PT PERSIB Bandung Bermartabat (PT PBB) sebelum mengambil keputusan tersebut.

"Jadi, setelah dipikirkan secara matang dan kita sudah berembuk dengan manajer dan pihak PT PBB, kelihantannya kita memutuskan untuk kembali mengambil Djibril," ujar Djadjang di mes PERSIB, Jumat (31/1).

Lebih lanjut ia menuturkan, kondisi Djibril sendiri saat ini sudah semakin membaik. Kemungkinan besar baru bisa diturunkan saat laga ketiga PERSIB di Indonesia Super League (ISL) 2014 menghadapi Persijap Jepara.

"Kondisinya sendiri sudah semakin baik. Mudah-mudahan di pertandingan ketiga ia bisa diturunkan," katanya. ***

Jelang Lawan SFC, Maung Bandung Percantik Finishing

BOLATAJONG - Pelatih PERSIB Djadjang Nurdjaman terus mengasah ketajaman anak asuhnya dalam sesi latihan terakhir di Stadion PERSIB, Sabtu (01/2). Besok, tim Maung Bandung akan mengawali laga pertamanya di Indonesia Super League (ISL) 2014, menjamu Sriwijaya FC (SFC).

"Ini hanya latihan menjaga kondisi saja kemudian diakhiri penyelesaian akhir," terang Djadjang usai memimpin latihan anak asuhnya, Sabtu (01/2).

Untuk penyelesaian akhir sendiri, kata Djadjang, saat ini perlahan-lahan sudah mulai dapat teratasi setelah sebelumnya selalu menjadi sorotan.

Namun untuk melihat lebih jauh perkembangan tersebut, Djadjang mengatakan akan melihatnya dalam pertandingan besok.

"Kita lihat saja nanti di lapangan, tapi kalau dilihat dari latihan sudah banyak kemajuan. Mudah-mudahan bisa dipertahankan," ucapnya. ***