BOLATAJONG - Meski hanya bertajuk kompetisi pramusim dan berhasil menjadi juara di Turnamen Jatim dan Trofeo Persija, membuat Arema Cronous PD dan seakan telah mentasbihkan diri sebagai tim kandidat juara di ISL musim depan.
Jika diukur dari
perjalanan di pra musim sejauh ini, klub berjuluk Singo Edan menunjukkan
mereka sudah tidak asing dengan gelar juara. Dua trofi baru sudah
menambah koleksi Arema dalam sepekan terakhir.
Setelah menjuarai East Java Tournament 2013, Arema tak terbendung di
turnamen Trofeo Persija 2013. Keraguan sebagian Aremania, supporter
fanatik Arema, terhadap kualitas pelatih Suharno seakan langsung sirna.
Padahal dua event tersebut gagal diperoleh pada edisi tahun lalu ketika
masih ditangani Rahmad Darmawan.
Kini fokus Arema beralih ke Inter Island Cup, yang levelnya jelas
lebih tinggi karena diikuti semua kontestan Indonesia Super League (ISL). Ambisi mencatat hattrick gelar di masa musim tampaknya bukan
sebuah kemustahilan mengingat Singo Edan sudah membuktikan
konsistensinya sejauh ini.
Rekrutmen baru seperti Samsul Arif, Gustavo Lopez dan Ahmad Bustomi,
disebutnya melengkapi skuad yang ada. “Sangat menggembirakan melihat
progres pemain lama dan pemain baru di tim Arema. Padahal sampai
sekarang sebenarnya sama sekali belum bisa disebut sempurna,” urai IB,
sapaan akrabnya.
Mata Aremania pun telah dimanjakan aksi tiga pemain anyar yang
langsung nyetel yakni Samsul Arif, Ahmad Bustomi dan Gustavo Lopez.
Samsul semakin rutin mencetak gol sejak bergabung Arema, sementara
Gustavo Lopez tampil sangat menonjol dengan umpan-umpan briliannya.
Itu belum termasuk Christian Gonzales yang juga membuktikan dirinya
belum digerogoti usia. Pemain lain seperti Alberto Goncalves pun
terlihat sangat nyaman dengan skema yang diterapkan pelatih Suharno.
Tercatat hanya Arif Suyono yang belum menunjukkab progres signifikan
sejak bergabung.
Disinggung soal target juara Inter Island Cup, “Kenapa tidak? Arema
memiliki kualitas untuk mendapatkan gelar juara sebanyak mungkin,” yakin
Iwan Budianto. Dua trofi yang diraih sebelumnya disebut memberikan efek
sangat positif terhadap mental skuad Singo Edan yang musim lalu kering
gelar.
Apalagi Arema kembali ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah zona
Jawa 2, dengan pesaing Persija Jakarta, Persela Lamongan dan Persepam
Madura United. Pada edisi tahun lalu, Beto Goncalves dkk hanya mentok di
babak semifinal sebelum dikalahkan Sriwijaya FC. Selama
penyelenggarannya, Arema belum pernah mengangkat trofi turnamen ini.
Sementara, Pelatih Arema Suharno menekankan konsistensi pemainnya di
berbagai ajang musim ini. Walau telah menyabet trofi East Java
Tournament dan Trofeo Persija, dirinya tetap mengingatkan bahwa
pertarungan utama tetaplah di ISL dan AFC Cup. Dia berupaya timnya tidak
antiklimaks saat memasuki kompetisi sebenarnya.
“Kami tetap menyadari bahwa pertarungan sesungguhnya belum dimulai.
Turnamen pra musim hanya latihan atau menjajal bagaimana komitmen dan
progres tim yang ingin serius di setiap pertandingan. Sejauh ini pemain
telah menunjukkan bagaimana seharusnya bermain musim ini,” ujar Suharno.
Termasuk dua kemenangan di Trofeo Persija, pelatih asal Jawa Tengah
ini masih belum merasakan kekalahan sejak menangani Arema akhir November
lalu. Hasil terburuk adalah ditahan imbang kesebelasan asal Malaysia
Terengganu FA pada ujicoba di Stadion Kanjuruhan, seusai menjuarai East
Java Tournament. (sindo)



