Pages

Sunday, February 2, 2014

Sukses Timnas U-19 Bakal Difilmkan

BOLATAJONG - Peluncuran buku tentang Indra Sjafri dan Timnas Indonesia U-19 memang menghadirkan beberapa tokoh penting.

Diantaranya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Sekjen PSSI Joko Driyono, dan pelatih timnas U-23 Aji Santoso.

Tak pelak, kesempatan ini pun digunakan beberapa aktor yang disebut di atas untuk mengirimkan pesan khusus pada tim Garuda Jaya.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pesan dari Menparekraf, Mari Elka Pangestu. Ia menyebut jika kisah sukses Timnas U-19 bakal dijadikan film.

“Selain penerbitan buku ini, ada satu berita baik lagi. Buku Timnas Indonesia U-19 akan juga dijadikan film.Mizan Production sudah merencanakan untuk mewujudkannya,” terang Mari pada wartawan.

“Jadi buku ini sangat luar biasa. Buku dan film merupakan pekerjaan orang-orang kreatif yang bisa memiliki waktu untuk membangkitkan semangat, rasa optimisme, sekaligus bukti jika Indonesia ini bangsa yang besar!”

Hasil Imbang Di Laga Pertama Jorg Peter Sebut Oke

BOLATAJONG - Bertindak sebagai tuan rumah, tapi serasa bermain di luar kandang. Itulah yang dirasakan PSM Makassar kala menjamu Putra Samarinda, Minggu (2/2) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Hasilnya PSM harus berbagi satu angka setelah ditahan Pusam 1-1.

Pelatih PSM Jorg Peter Steinebrunner mengaku kurang puas dengan hasil ini. Bagi Jorg, seharusnya tim berjuluk Juku Eja itu bisa tampil lebih baik dari yang mereka tampilkan di pertandingan ini. “Anak-anak bermain di bawah performa,” aku Jorg.

Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini mengatakan, Juku Eja tak sepatutnya mendapat hasil imbang lawan Putra Samarinda. “Ini pertandingan pertama, satu poin oke lah. Tapi saya kurang senang dengan hasil ini,” tuturnya lagi.

Pada pertandingan ini PSM tampil dengan permainan keras menjurus kasar. Empat kartu kuning yang diterima pemain PSM adalah buntinya.

“Pemain masih sedikit canggung karena ini pertandingan pertama. Kontrol bola juga tidak kurang tenang. Kita main kandang, tapi serasa di kandang lawan,” ungkap pelatih asal Jerman ini menilai permainan anak buahnya. Apalagi, di pertandingan ini mereka tak mendapat dukungan suporter mereka, Maczman.

Djibril Bahagia Bisa Kembali Lagi Ke Persib

BOLATAJONG - Dua hari setelah keputusan pelatih Jajang Nurjaman untuk memanggil kembali Djibril Coulibaly, hari ini pemain asal Mali ini sudah menunjukkan batang hidungnya. Djibril hadir di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, untuk menyaksikan rekan-rekannya berjuang meraih kemenangan dari lawannya, Sriwijaya FC Palembang.

Djibril duduk di kursi Tribun VVIP didampingi agennya, Mahamadou. Saat ditemui wartawan, Djibril mengaku sangat senang bisa kembali ke tim Maung Bandung.

“Saya sangat senang. Terima kasih untuk semua yang masih memberi saya kepercayaan untuk tetap menjadi bagian dari tim Persib Bandung,” ungkap Djibril.

Seperti diberitakan, Janur terpaksa melepas Djiril karena pemain ini masih menderita cedera bawaan dari klub lamanya, Barito Putra. Saat itu Djibril masih membutuhkan waktu pemulihan sekitar 1 bulan lagi. Padahal kompetisi sudah akan dimulai sekitar 2 pekan lagi.

Namun karena tidak mendapatkan pemain pengganti yang sesuai harapan, Janur memilih untuk menunggu proses kesembuhan Djibril. Selama Djibril tidak berlatih bersama tim, Persib kedatangan 3 pemain seleksi yaitu Fortune Udo, Roberto Kwateh dan Emile Mbamba. Ketiganya dipulangkan karena tidak sesuai kriteria pemain yang dibutuhkan Persib.

Saat mendapat keputusan harus pergi dari Persib, Djibril mengaku sangat sedih. Bahkan bukan hanya dirinya, ia mengatakan rekan-rekan pemain lainnya pun menangis melepas kepergian Djibril.

“Saya sangat sedih waktu harus pergi. Ya, saya menangis. Teman-teman juga menangis. Karena saya tahu Persib adalah big big big team. Persib punya pemain-pemain yang berlualitas, sangat friendly dan kekeluargaan. Tapi sekarang saya menangis lagi, menangis bahagia,” tuturnya.

“Tapi saat itu saya merasa tidak benar-benar pernah meninggalkan Persib. Setiap saat pemain selalu komunikasi, apalagi sebelum dan setelah pertandingan. Coach juga terus komunikasi selama aku di Jakarta,” tambahnya

SBY Dan Para Pesohor Komentari Laga Persib vs Sriwijaya

BOLATAJONG - Hari ini Persib Bandung memulai perjalanannya di Liga Super Indonesia 2014 dengan menghadapai tim kuat, Sriwijaya FC di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Laga sangat ditunggu-tunggu bobotoh karena Persib terakhir main di Liga saat bulan September tahun lalu. 

Stadion pun penuh terisi, tiket habis. Dan bukan hanya sampai situ, di media sosial twitter, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak mau ketinggalan momen ini dengan ikut mengirim kicauannya di Twitter. Meski sempat typo dan membuat akunnya kebanjiran mention, SBY menyampaikan pesannya agar kedua klub yang bertanding bermain dengan semangat dan sportif.


Beberapa pejabat seperti Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang menyaksikan langsung di stadion, ikut meramaikan dunia twitter. Tidak mau kalah, mantan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf juga nge-tweet sehabis pertandingan.



Sergio Van Dijk yang kini lagi di Iran pun sempat menyampaikan selamat atas kemenangan Persib lewat akunnya. Padahal sebelmunya, sudah hampir dua bulan ia tidak menulis pesan di akun twitternya.

Dari stadion didilaporkan, atmosfer pertandingan yang dibangun oleh bobotoh membuat permainan kedua tim tampil 100 %. Bahkan masih banyak bobotoh yang tidak kebagian tiket di luar stadion sempat membuat gerbang stadion hampir jebol.

Kalahkan Sriwijaya Konate Sebut Kemenangan Yang Tak Mudah

BOLATAJONG - Makan Konate bersyukur PERSIB berhasil memenangkan pertandingan perdananya di Indonesia Super League (ISL) 2014. Ia pun mengaku senang menyumbangkan gol kemenangan bagi Maung Bandung atas Sriwjaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (02/2).

"Alhamdulillah. Saya senang hari ini bisa mencetak gol," katanya usai pertandingan, Minggu (02/2).
Pemain bernomor punggung 10 ini lebih lanjut menilai, Laskar Wong Kito – julukan Sriwijaya FC – tampil cukup bagus dalam pertandingan tersebut. Sehingga PERSIB pun cukup dibuat kesulitan untuk menjebol pertahanan anak asuh Subangkit.

"Sungguh kemenangan yang tak mudah buat kami. Ini pertandingan perdana yang sulit", terang pemain asal Mali itu.

Konate pun semakin bersemangat dan terus berjuang untuk dapat mencetak gol.
"Kami terus mencoba dan mencoba dan akhirnya Alhamdulillah Tuhan memberikan penalti dan masuk. Akhirnya kami dapat meraih kemenangan," ucapnya.

Konate pun berharap, hasil maksimal di pertandingan perdana tersebut dapat menjadi modal berharga untuk pertandingan selanjutnya menghadapi Persita Tangerang, Rabu (05/2).

Persembahan Koreografi Bobotoh Di Laga Perdana

BOLATAJONG - Bobotoh menyuguhkan koreografi pada laga perdana tim kesayangannya, Persib, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (02/2). Ini merupakan pertandingan kandang perdana Maung Bandung di Grup Barat Indonesia Super League (ISL) 2014 menghadapi Sriwijaya FC.

Suporter yang berada di tribun timur memperlihatkan tulisan Viking dengan sentuhan warna merah, putih biru. Sedangkan sebuah gambar bendera merah putih tampak diperlihatkan di samping kiri tribun timur.

Sama halnya dengan tribun timur, tribun selatan pun menyuguhkan berbagai perpaduan warna, kuning, putih dan biru. Mereka terus mengibarkan plastik berwarna tersebut yang membuat suasana semakin meriah dengan lagu-lagu yang mengiringinya.

Dukungan berupa koreografi ini merupakan dukungan positif dari para Bobotoh untuk mendukung tim kebanggaannya. Terlebih adanya aturan baru tentang pertandingan dari PT Liga Indonesia.

Susah Payah Persib Taklukan Sriwijaya FC

BOLATAJONG - Persib Bandung akhirnya memenangkan pertandingan melawan Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0. Gol diciptakan Makan Konate dari titik putih. Hasil yang jauh dari perkiraan banyak orang yang diprediksi Persib akan menang mudah dengan gol lebih dari dua. Persib dengan segudang pemain timnasnya melawan Sriwijaya FC yang didominasi pemain muda dan 90% muka baru. Tapi kenyataannya Persib begitu ngos-ngosan menghadapi perlawanan militan punggawa Laskar Wong Kito.

Persib langsung melancarkan tekanan pada awal-awal pertandingan. Tantan sempat menjebol gawang Sriwijaya pada menit kedua. Sayang, sudah terlebih dahulu terjebak offside.

Atep sempat melepaskan tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-13. Namun, masih terlalu lemah dan bisa diamankan kiper Sriwijaya, Fauzi Toldo.

Tekanan demi tekanan Persib tak berhenti. Menit 18, tendangan Konate Makan dari dalam kotak penalti masih melebar. Konate kembali membahayakan pertahanan Sriwijaya lewat tendangan bebas. Kali ini masih membentur mistar gawang. Secara keseluruhan, Persib lebih banyak menguasai permainan dan banyak melancarkan tekanan. Namun, Maung Bandung belum bisa membobol gawang Laskar Wong Kito.

Sriwijaya sesekali melancarkan serangan balik. Di antaranya melalui tendangan jarak jauh Vendry Mofu. Hanya saja tak ada yang masuk ke gawang Persib yang dikawal I Made Wirawan.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua takdinyana Sriwijaya FC bangkit dan berhasil merepotkan lini pertahanan Persib. Beberapa kali Vujovic meski berjibaku menghalau serangan anak-anak SFC.

Lewat menit ke 80 para pemain Persib terlihat prustasi mendapati serangan mereka selalu mentah dibarisan pertahanan SFC. Ini terlihat dari mulai tidak terkontrolnya emosi para pemain. Tantan dihadiahi kartu kuning.

Keberuntungan akhirnya memihak Persib setelah salah seorang pemain Sriwijaya, Anis Nabar melakukan handsball di kotak terlarang, dan wasitpun menunjuk titik putih.

Makan Konate yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil melaksanakan tugasnya dengan sempurna, tendangan kerasnya gagal dihalau Fauzi Toldo. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Coach Djanur sangat bersyukur dengan kemenangan ini, terlebih diperoleh dengan tidak mudah.
" Alhamdulillah kita menang. Pertandingan tidak mudah. Mereka (Sriwijaya) bermain bagus. Kalau saja striker kita sedikit tenang mungkin tidak hanya 1 gol, tapi saya maklum ini pertandingan pertama." ungkap Djanur.