BOLATAJONG - Mantan bintang sepakbola Bandung era 1990 dan bermain di klub saingan Persib Bandung saat itu, Dejan Gluscevic,
menyaksikan langsung laga Pelita Bandung Raya melawan Persita
Tangerang, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu
(1/2/2014). Pada laga itu PBR menang 2-0.
Dejan duduk di tribun VVIP, bersebelahan dengan petinggi PBR, Tri
Gustoro. Kepada wartawan, Dejan mengaku dirinya sengaja datang untuk
menonton pertandingan ini dan tidak tergabung dengan jajaran kepelatihan
PBR.
“Sekarang saya melatih timnas Singapura U-19. Sekarang di sini ada
Pelita Bandung Raya, dan saya sengaja ingin tonton pertandingan dan
mendukung Pelita Bandung Raya,” kata Dejan kepada Tribun di Stadion Si
Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung.
Dejan mengatakan, ia sudah lama tidak mengunjungi Bandung. Hanya
saja, pada beberapa kesempatan, ia sempat mengunjungi Bandung untuk
jalan-jalan ke seputar Bandung. “Saya ke sini dan selesai makan masakan
Sunda, nasi goreng. Kenangan di Bandung ini memang banyak,” kata Dejan.
Ketika ditanya mengenai Pelita Bandung Raya, Dejan sendiri meminta
maaf karena tidak bisa memberikan penilainya pada PBR. “Meski begitu
saya selalu ikuti perkembangan klub-klub lokal di Indonesia lewat
internet. Kalau soal kualitas, saya tidak bisa memberi komentar,”
ujarnya.
Suasana Bandung yang sempat membesarkan namanya saat membela Mastrans
Bandung Raya dan sempat juga membawa juara pada Liga Indonesia II tahun
1996, Dejan mengaku rindu dengan suasana Bandung. “Saya rindu Stadion
Siliwangi Bandung. Makanya saya juga sekarang akan menyempatkan waktu
nonton Persib,” kata Dejan.
Ketika membela Mastrans Bandung Raya, Dejan mengatakan dirinya selalu
mengingat-ingat berapa gol yang berhasil ia ciptakan selama satu musim.
Karenanya, ia menjadi pemain yang cukup terkenal di Bandung saat itu.
“Sekarang juga saya masih dikenal orang. Saya tinggal di Hyatt dan
saat saya keluar dan pergi jalan-jalan, masih ada orang yang mengenal
saya,” kata Dejan seraya mengatakan dirinya masih ingat, telah mencetak
30 gol selama semusim.
Di era itu, tidak hanya dirinya yang juga terkenal. Melainkan, Ajat
Sudrajat, Hermansyah dan Peri Sandria, juga menjadi pemain panutan
pecinta sepakbola Bandung. “Saya bukan apa-apa tanpa ada Ajat Sudrajat,
Peri Sandria dan Hermansyah. Dan nama saya tidak bisa melebihi kebesaran
nama-nama mereka,” katanya.

0 comments:
Post a Comment