Pages

Thursday, December 26, 2013

Ideal 18 Klub PSSI Terapkan Sistem Degradasi Baru

BolaTajong - Kompetisi Indonesia Super League (ISL) tahun depan memang akan diikuti oleh 22 klub dengan format dua wilayah. Namun,  format kompetisi yang merupakan pengualangan era Divisi Utama dahulu, bakal berubah jumlahnya pada kompetisi 2015 dengan menyisakan 20 klub.

Sekjen PSSI Joko Driyono menuturkan bahwa regulasi dalam kompetisi untuk promosi dan degradasi yang akan mengatur jumlah peserta kompetisi ke depan. Karena itu, pada tahun ini ada empat tim yang degradasi dan dua tim promosi.

“Ini sebagai liga unifikasi. Karena itu jumlah klub 22, tapi itu akan berkurang menjadi 20 di musim selanjutnya,” katanya, Kamis (26/12).

Skema promosi degradasi ini memang berbeda dengan ISL musim-musim  sebelumnya. Dimana, biasanya tiga tim yang degradasi dan tim di peringkat 15 akan melakukan playoff dengan peringkat empat di Divisi Utama.

Nah, ke depan, model promosi dua tim Divisi Utama dan degradasi empat tim ini, akan berlangsung untuk musim 2014 dan 2015 berturut-turut. Tujuannya, agar pada 2016 kompetisi ISL bisa kembali diikuti oleh 18 klub.

“Sistem ini hanya berlaku untuk dua musim saja. Di 2016, jumlah peserta ISL kembali ideal, 18 klub,” terang lelaki asal Ngawi tersebut.

Karena itu, dengan format dua wilayah yang dihuni sebelas tim di tiap wilayahnya, maka dua tim terbawah di wilayah barat dan wilyah timur akan digredasi. Mereka digantikan dengan juara dan runner up Divisi Utama musim 2014.

Sementara itu, regulasi lainnya adalah terkait penggunaan pemain asing yang dipastikan berkurang untuk musim ini. Jika sebelumnya lima pemain asing bisa dikontrak, maka kali ini hanya empat pemain asing dengan rincian satu Asia dan tiga non Asia.

“Tapi dalam setiap pertandingan hanya boleh tiga pemain yang diturunkan,” ucap Joko.

Dengan regulasi ini, mantan pemain Nasional bambang Nurdiansyah menilai cukup bagus untuk perkembangan pemain lokal. Dengan begitu, Timnas tidak akan kekurangan stok pemain berkualitas karena klub bisanya lebih memilih pemain asing untuk mendongkrak prestasi secara instan.

“Kalau cuma tiga pemain asing yang main itu bagus. Jadi tidak semua posisi penting diisi oleh pemain asing. Ini bagus untuk Timnas ke depannya, karena mereka bisa dapat knowledge dari pemain asing,” tegasnya.

Persija Belum Menemukan Striker Mumpuni

BolaTajong-Tambal sulam komposisi tim menjadi kesibukan Persija jelang bergulirnya penyatuan liga 2014. Beberapa pilar inti musim 2013 yang menyebrang ke klub lain memaksa manajemen berburu pemain untuk menambal lubang yang ditinggalkan itu.

Kepergian Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne, Muhammad Ilham, dan Anindito Wahyu menjadi pekerjaan rumah Macan Kemayoran. Untuk menggantikan posisi mereka, dua pemain jebolan timnas U-23 SEA Games 2013, Egi Melgiansyah dan Ramdani Lestaluhu, dipastikan bakal merapat.

Hari ini (26/12), Persija resmi mempertahankan gelandang asal Nepal, Rohit Chand. Dalam kontrak barunya ia akan berseragam Persija selama dua tahun.

“Chand bukan yang terakhir. Sampai saat ini, kami masih menunggu kehadiran pemain asing lain yang berposisi sebagai penyerang,” kata Asher Siregar, Ketua Umum Persija.

Seperti diketahui sebelumnya, Ismed Sofyan dkk. masih menunggu kepastian direkrutnya Pierre Boya. Striker asal Kamerun itu menjadi incaran untuk menggantikan Pacho yang hijrah ke Persebaya.

“Pacho merupakan striker yang bagus. Akan tetapi, Persija pastilah mendatangkan pemain yang lebih bagus lagi. Fabiano Beltrame juga masih bertahan. Saya pikir Persija tetap menjadi tim bagus,” kata Rohit Chand.

Pemain Muda Aceh Layak Jadi Pemain Timnas

BolaTajong-Pesepakbola asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Ismed Sofyan, meminta kepada pemain bola kelahiran Aceh supaya dapat berkecimpung meramaikan sepak bola nasional.

Tragedi tsunami yang terjadi pada sembilan tahun yang lalu dijadikan sebagai awal kebangkitan pesepakbola asal Aceh.

“Saya berharap putra Aceh dapat bermain di timnas. Supaya dapat membawa nama daerah di tingkat nasional dan juga internasional,” kata bek Persija Jakarta itu saat dihubungi, Kamis (26/12/2013).

Selain Ismed Sofyan, terdapat beberapa pemain kelahiran Aceh yang bermain di klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL). Diantaranya, Syahrizal (Persija) dan Syakir Sulaiman (Sriwijaya FC).

Kemudian terdapat pula dua pemain muda yang tergabung di skuat Timnas U-19. Keduanya, yaitu Zulfiandi dan Hendra Sandi Gunawan. Mereka saat ini tengah berlatih di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. Skuat Garuda Jaya dipersiapkan berlaga di putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar.

“Sekarang, baru beberapa orang saja yang berkompetisi di ISL. Saya berharap mereka bisa eksis,” ujar Ismed.

“Kepada mereka yang ada di timnas U-19, saya berharap mereka dapat berkembang dan tidak cepat puas. Saya berharap mereka dapat bermain di timnas U-23 dan timnas senior,”.

PSM Coret Tiga Pemain Beken!

BolaTajong-Nama besar dan beken bukan jaminan untuk bisa dengan mudah diterima di satu klub, meskipun segudang pengalaman, jika permainan dan karakter tidak sesuai tim maka yang bersangkutanpun akan ditolak.

Ini pula yang terjadi pada tiga pemain beken; Budi Sudarsono, Kenji Adachihara dan M. Fakhruddin.
Penampilan minor mereka di PSM Makassar saat  Piala Gubernur Jatim akhirnya memaksa ketiganya untuk angkat koper,  tidak jadi bergabung bersama PSM di ISL musim depan.

“Ketiganya dianggap tidak pas dengan karakter PSM dan pola yang akan dikembangkan pelatih musim depan,” ungkap Direktur Olahraga PSM, Andi Darussalam Tabusalla  Kamis (26/12).

ADS, sapaan akrabnya,  menegaskan, keputusan ini murni dari hasil evaluasi pelatih dan staf teknis PSM. “Tidak ada intervensi. Manajemen memberi kebebasan penuh buat pelatih dan stafnya untuk memilih pemain,” papar Widya.

Sebelumnya, ADS  memberi sinyal dengan mengatakan Juku Eja butuh striker petarung dan bisa jadi ‘target man’ di lini depan. Budi dan Kenji dianggap lebih pas beroperasi dari sisi sayap. “Kami juga butuh pemain yang berstamina bagus dan spartan,” ungkap ADS.

Dicoretnya Budi dan Kenji membuat PSM kini hanya memiliki dua striker yakni Rahmat Syamsuddin dan Andi Oddang plus Roman Chmelo, gelandang yang kerap jadi tombak di klub sebelumnya. Sedang peran Fakhruddin bisa dimainkan oleh Kaharuddin Salam dan Qifli Tamarah, dua winger starter di kompetisi IPL musim lalu.”Kami akan mencari striker asing atau lokal untuk melengkapi lini depan,” jelas ADS. (bolanews)

Persija: Asing Di Apartemen Lokal Di Mess!


BolaTajong-Betapa beruntungnya jadi pemain asing di negeri ini, selain dibayar mahal merekapun mendapat fasilitas mewah dari klub yang mengontrak mereka. Meskipun takjarang kualitas mereka takjauh dari kualitas pemain lokal pada umumnya.

Seperti diberitakan Manajemen Persija Jakarta memberikan fasilitas berbeda kepada para pemainnya.
Pemain asing diberikan fasilitas mewah, yaitu sebuah apartemen dan mobil pribadi. Sementara, pemain asal Indonesia diberikan fasilitas tempat tinggal sederhana di Pusdiklat Olahraga (POR) Sawangan, Depok.

“Pemain asing tinggal di apartemen Poins Square, Lebak Bulus. Pemilihan di Lebak Bulus, karena lebih dekat dengan tempat latihan di Sawangan, Depok,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Persija Jaya Jakarta, Asher Siregar dalam konferensi pers di Kantor Persija Jakarta, Kamis (26/12/2013).
“Kemudian untuk sarana transportasi mereka diberikan fasilitas berupa mobil. Mobil satu orang satu untuk masing-masing pemain,” katanya.

Persija Jakarta saat ini baru mempunyai dua pemain asing yaitu Fabiano Da Rosa Beltrame dan Rohit Chand. Asher Siregar mengaku, akan mendatangkan seorang pemain asing lagi. Ini dilakukan untuk memenuhi kuota tiga pemain asing yang telah ditetapkan oleh PSSI.

Pesepakbola asal Kamerun, Pierre Boya digadang-gadang akan melengkapi slot satu pemain asing. Dia diproyeksikan menggantikan posisi Emmanuel Pacho Kenmogne yang hengkang ke Persebaya.
“Saat ini satu pemain asing dalam proses kedatangan. Dia berposisi penyerang. Kami akan memenuhi kuota tiga pemain asing,” katanya.

Apabila pemain asing menghuni sebuah apartemen di kawasan Lebak Bulus, Jakarta. Maka para pemain lokal diberikan fasilitas tempat tinggal di POR Sawangan. Dahulu, pada kompetisi ISL musim 2011-2012 tempat ini merupakan milik klub Pelita Jaya.

Namun, karena proses merger antara Pelita Jaya dengan Arema Indonesia, maka Pelita Jaya pindah dari Sawangan ke Malang. Seperti diketahui, kedua klub merupakan kepunyaan Grup Bakrie.

“Mereka (pemain lokal) tinggal di mess Sawangan. Jadi latihan tinggal jalan kaki. Kami sudah melangkapi sarana dan prasaran di sana. Pemain berada di sana sejak awal Desember,” tuturnya. (tribunnews)

Pertajam Lini Depan Persib Perbanyak Uji Coba

BolaTajong-Pertandingan yang akan dilakoni para pemain PERSIB di Stadion Siliwangi, Sabtu (28/12) merupakan uji coba keenam di luar laga Piala Gubenrur Jawa timur 2013. Penyerang PERSIB Tantan menilai, uji coba tersebut dapat menjadi ajang mengasah lini depan dalam hal finishing.

Kendati belum mengetahui lawan pasti dalam laga tersebut, Tantan percaya teman-temannya pun mempunyai motivasi dan semangat lebih untuk menjadikan pelajaran berharga dalam pertandingan nanti. Tanpa melihat siapa lawan yang dihadapi.

Apalagi dalam pertandingan terakhir melawan Persebaya Surabaya, lini depan PERSIB mandul. Meskipun banyak peluang yang didapatkan, finishing yang buruk membuat PERSIB harus gagal menyamakan kedudukan.

"Pertandingan nanti bagi saya sendiri untuk mempertajam dan mengasah dalam hal penyelesaian akhir," kata Tantan, Kamis (26/12).

Wacana yang bergulir, dari dua tim yakni Porda Kota Bandung dan Porda Kabupaten Bandung salah satunya akan menjadi lawan dalam uji coba tersebut, sebelum bertolak ke Surabaya untuk bertanding dengan Persebaya dalam acara launching tim di Gelora Bung Tomo, 5 Januari 2014 nanti.

Tantan berharap berbagai rangkaian uji coba itu terus menambah kekompakan dan percaya diri tim dalam menyongsong Indonesia Super League (ISL) 2014 mendatang. Selain meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan bola akhir untuk membobol lawan.

Djibril: Pengalaman Pertama Saya!

BolaTajong - Format dua wilayah Indonesia Super League (ISL) musim mendatang, dikatakan bomber Persib Bandung Djibril Coulibaly, merupakan pengalaman baru. Kendati perdana, pemain asal Mali ini mengaku tak menjadi masalah.

Baginya, apapun format kompetisi yang digunakan, keputusan PSSI harus tetap dihormati. Yang pasti, dia ingin membawa Maung Bandung meraih gelar juara, serta mendedikasikan diri menjadi pemain terbaik ISL.

“Ini yang pertama buat saya dengan bermain dua wilayah. Tidak ada masalah, karena kita bermain untuk tim dan ini menjadi pengalaman baru. Yang penting saya ingin membawa Persib lebih baik. Maksimal kita bisa meraih gelar juara,” kata Djibril di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Kamis (26/12/2013).

Diungkapkan Djibril, adanya format dua wilayah akan memudahkan Firman Utina dan kawan-kawan dalam meraih trofi juara. Meski begitu, usaha maksimal akan tetap dibutuhkan pasukan Djadjang Nurdjaman dalam mengarungi liga mendatang.

“Kita harus tetap maksimal, tidak ada yang mudah untuk meraih gelar juara. Di musim kemarin, kita lebih banyak pertandingan sekitar 38 pertandingan. Sekarang lebih sedikit dan bukan berarti menjadi mudah. Begitu juga dengan saya, saya akan berusaha untuk menjadi top skor,” pungkasnya. [inilahkoran]