BOLATAJONG - Publik sepakbola Indonesia kini tidak bisa lagi menikmati seluruh
tayangan sepakbola nasional secara gratis. Beberapa pertandingan di
kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2014 ditayangkan eksklusif melalui
televisi berbayar.
BVSports selaku pemegang hak komersial ISL telah memutuskan untuk
memproduksi beberapa pertandingan secara eksklusif.
Pertandingan-pertandingan itu hanya bisa didapat jika konsumen membeli
produk dari K-Vision.
“Memang, ada beberapa pertandingan yang hanya bisa ditonton di
channel BVSport1. Ada juga beberapa yang bisa disaksikan lewat saluran
televisi grup MNC. Mengapa dibatasi? Ini terkait dengan komersialisasi
Liga di Indonesia,” kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, ketika
ditemui VIVAbola di Jakarta, Senin 3 Februari 2014.
Dibeberkan oleh Joko, 95 persen produksi tayangan ISL sebenarnya
dikerjakan oleh BVSport. Sehingga, jika para penikmat sepakbola Tanah
Air ingin menonton seluruh pertandingan ISL, mereka harus membeli produk
dari K-Vision.
Saat ini, publik memang masih dibuat bingung dengan produk dari
K-Vision. Pasalnya, peredaran produknya masih belum diketahui banyak
orang.
“Memang dalam 1 hingga 2 bulan ini masih ada sosialisasi. PT Liga dan
BVSport akan bekerja sama untuk mengedukasi para penonton terkait
kebijakan televisi berbayar,” ucap Joko.
“Publik sepakbola Indonesia memang terlena dengan tayangan gratis
dari pertandingan sepakbola. Sedangkan di Eropa menonton pertandingan
sepakbola harus melalui televisi berbayar. Jika ingin masuk era
industri, maka cara-cara seperti ini harus dilakukan. Pada dasarnya,
sebagai pemegang hak komersial, BVSport berhak mengatur produksi dari
ISL,” sambung pria asal Ngawi itu.
Menurut situs resmi K-Vision, produk ini dapat dipesan melalui
costumer service dengan nomor telepon 500-828. Selain itu bagi pengguna
Parabola C-Band, dapat menyaksikan siaran promo KVision di: PalapaD,
113° Bujur Timur, Frekuensi 3600-POL V, SR 31000 FEC ¾

0 comments:
Post a Comment