Pages

Saturday, December 28, 2013

Minim Waktu Recovery Arema Pede Sempurnakan Gelar

BOLATAJONG - Arema memasang target untuk menyempurnakan gelar juara di setiap laga pramusim dan menutup tahun 2013 dengan gelar juara Trofeo Persija 2013.

"Dalam setiap pertandingan, kami selalu menargetkan kemenangan. Tak terkecuali di ajang Trofeo Persija meski kami nanti bakal menghadapi klub-klub luar negeri, yakni dari Thailand dan Malaysia," kata Pelatih Arema Joko Susilo, Jumat (27/12).

Untuk melakoni kompetisi dalam memperingati HUT Persija itu Arema tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan recovery. Sebab, usai laga final Piala Gubernur 2013 di Surabaya (24/12), Arema melakoni kembali laga persahabatan menjamu Terengganu FA (Malaysia) (26/12) dan Jumat (27/12) pagi langsung bertolak ke Jakarta.

Demi gelar di penghujung tahun 2013, manajemen dan tim pelatih Arema memboyong seluruh pemainnya. Ada 24 pemain yang berangkat dari Malang dan satu pemain, yakni Kurnia Meiga akan bergabung dengan tim di Jakarta.

Pada hari pertama (29/12), Arema akan menghadapi tim dari Thailand, Thai Army dan sehari berikutnya (30/12) menghadapi PDRM Malaysia. Meski tim peserta Trofeo ada empat, Arema hanya akan bertanding dua kali saja karena Persija sebagai tuan rumah tidak akan bertemu dengan Arema.
Hanya saja, lanjut Joko, untuk meraih gelar juara dan menyempurnakan capaian prestasi di penghujung tahun 2013, Arema masih menghadapi kendala serius, yakni minimnya masa recovery pemain.

"Selain kami masih buta akan kekuatan tim asal Malaysia maupun Thailand tersebut, kami juga minim recovery, bahkan nyaris tanpa recovery. Usai menjalani laga Piala Gubernur Jatim, Arema langsung menjamu Terengganu FA dan langsung bertolak ke Jakarta," ujarnya.

Bahkan, kata dia, selama dua hari berturut-turut (29--30/12), Arema juga harus melakoni dua pertandingan melawan tim dari Thailand dan Malaysia.

Selain menjadi runner up kompetisi resmi Liga Super Indonesia (LSI), sepanjang tahun 2013, Arema juag menggondol Menpora Cup dan Piala Gubernur 2013. Dan, di penghujung tahun 2013, Arema masih membidik gelar juara Trofeo Persija 2013.

Pada tahun 2014, Arema juga bakal menghadapi berbagai kompetisi di ajang yang berbeda, yakni LSI, AFC Cup, dan Inter Island Cup (IIC). 

Ciamik Di TIMNAS Yandi Diburu Persib

BOLATAJONG -- Performa bagus di ajang SEA Games 2013 membuat striker muda Arema Cronous, Yandi Sofyan Munawar dilirik beberapa klub ternama. Salah satu yang getol mengincar tanda tangannya adalah Persib Bandung.

Adik kandung striker Persepam Madura United, Zainal Arief itu tak menampik jika banyak klub yang menghubunginya. Namun dia mengaku belum berkomunikasi secara langsung dengan manajemen Maung Bandung.

"Mereka (Persib) berkomunikasi melalui abang saya (Zaenal Arief-red), belum ada yang langsung ke saya," kata penyerang Timnas U-23 itu seperti dilansir Wearemania.

Kontrak Yandi  di Arema sebenarnya masih menyisakan semusim ke depan. Namun pemain asli Sunda tersebut awal tahun depan tertarik untuk mencari klub yang memberinya jam terbang lebih banyak ketimbang musim lalu.

"Saya ingin bermain di tim yang banyak memberikan kesempatan bermain," tutur eks striker CS Vise itu.

Saat ini Yandi masih ingin menikmati liburannya pascatugas negara membela Timnas U-23 di SEA Games. Dia ingin santai dulu bersama keluarga menikmati momen pergantian tahun tanpa berpikir soal masa depannya di Arema.

"Awal Januari baru konsentrasi soal masa depan. Sekarang santai dulu menikmati liburan," katanya.

Lawan Persib Acuan RD Racik Strategi

BOLATAJONG -- Dalam sesi latihan di Lapangan Menanggal Surabaya, Sabtu (28/12) sore, Persebaya mulai dipimpin pelatih baru, Rahmad Darmawan.

Ia menyebut butuh waktu sekitar tiga hari untuk mengetahui kondisi pemain dan tim dari asisten pelatih yang selama ini sudah menangapi program latihan. "Ke depan, latihan akan difokuskan pada taktik dan strategi, di samping kondisi fisik juga perlu ditingkatkan," katanya.

Mengenai komposisi pemain yang sudah dikontrak manajemen Persebaya, RD belum bisa memutuskan apakah timnya masih perlu menambah pemain atau tidak, terutama untuk beberapa pemain yang kini mengikuti seleksi.

"Kita lihat nanti setelah laga uji coba melawan Persib Bandung saat 'launching' tim Persebaya pada tanggal 5 Januari," ujar mantan Pelatih Arema Cronus itu.

Pada kesempatan itu, RD juga meminta kepada manajemen Persebaya untuk bisa menjadwalkan latihan rutin di Stadion Gelora Bung Tomo atau Stadion Tambaksari yang akan menjadi markas tim "Bajul Ijo" pada ISL mendatang.(Republika)

Gabung Di Grup Barat Persijap Bisa Berhemat

BolaTajong - PSSI sudah mengumumkan pembagian wilayah untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014-2015. Kompetisi pada kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air itu dibagi menjadi dua grup, masing-masing Grup Barat dan Timur.

Jawa Tengah yang diwakili oleh Persijap Jepara, berada di Grup Barat, yang dihuni oleh klub-klub yang selama ini tampil baik dalam ISL musim lalu. Persijap bakal bertanding, baik di kandang maupun tandang melawan klub-klub bertabur bintang seperti Sriwijaya FC (peringkat ke-5 ISL 2012-2013), Persija Jakarta (peringkat 11 ISL), Persib Bandung (peringkat 4 ISL), dan Arema Cronous (runner-up ISL).

Otoritas sepak bola Indonesia itu kemarin pagi telah memutuskan untuk klub ISL di wilayah Barat di antaranya Semen Padang, Sriwijaya FC, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Persib, Pelita Bandung Raya, Persiba Bantul, Persijap Jepara, Persik  Kediri, Persela Lamongan, dan Arema Cronus.
Adapun untuk Grup Timur, di antaranya adalah Persipura Jayapura, Persegres, Persebaya, Persepam Madura, Putra Samarinda, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Barito Putra, PSM Makassar, Persiram Raja Ampat dan Perseru Serui.

Kendati dari segi lawan cukup berat, namun dari sisi biaya ini sangat menguntungkan Laskar Kalinyamat-julukan Persijap Jepara. Itu karena mayoritas klub barat masih berada di Pulau Jawa, sebagian di Jawa Barat dan Jawa Timur dan satu di Daerah Istimewa Yogyakarta. Klub yang berada di luar Jawa adalah Sriwijaya FC, yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan. Selain itu juga ada Semen Padang, yang berasal di Provinsi Sumatera Barat.

Chief Executive Officer (CEO) PT Jepara Raya Multitama (JRM) M Said Basalamah  mengaku sejak awal jika boleh memilih berharap berada di Grup Barat. Dari sisi kualitas lawan, diakuinya memiliki kesamaan. Namun demikian, keberadaan Persijap Jepara di grup tersebut bisa menjadi tim yang tidak diunggulkan.

”Kita underdog. Gak ada yang enteng di ISL,” kata CEO PT Jepara Raya Multitama (JRM) M Said Basalamah melalui twitter dan akun facebook-nya.

Basalamah bersyukur Persijap berada di Grup Timur, karena bisa menekan biaya transportasi selama mengarungi kompetisi. Untuk biaya transportasi ini, diakuinya tidak murah jika harus bertandang ke luar Jawa. Dia tidak bisa membayangkan jika klub yang berdiri sejak 11 April 1945 itu berada di Grup Timur. ”Gak kebayang jika di Grup Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Papua,” imbuh Basalamah.

Jika berada di Grup Barat, dalam lawatan di kandang, pihkanya tidak akan menggunakan pesawat terbang. Ini bisa menekan pengeluaran biaya dalam satu musim. “Naik bus semua, gak usah pakai pesawat,” tandasnya.

Otavio Dutra Berlabuh Di Persegres

BolaTajong - Keinginan Persegres Gresik United (GU) mendapatkan bek berkualitas akhirnya terpenuhi. Skuad kebanggaan warga Gresik ini mendapatkan mantan bek Persebaya asal Brasil, Otavio Dutra.

Dutra bukanlah wajah baru   di persepakbolaan Indonesia, pemain kelahiran Brasil ini sebelumnya bermain untuk Persebaya Surabaya. Semusim kemudian berkat ajakan Jacksen F Tiago, Dutra berlabuh ke Persipura Jayapura.

Sebelum merapat ke Persegres beberapa klub ISL berburu tandatangan pemain jangkung ini, diantaranya Sriwijaya FC, Arema, Persiba dan Persib Bandung. Untuk Persib Bandung, Dutra sendiri mengungkapkan ketertarikannya, kedua belah pihak pernah saling penjajakan, meski kemudian Persib Bandung lebih memilih Vladimir Vujovic.

“Kami sudah resmi mendapatkan Dutra untuk satu musim kedepan. Kami bersaing dengan banyak klub lain. Dia juga nyaris gabung ke salah satu klub di Malaysia,” kata Asroin Widiana, CEO Persegres, Jumat (27/12/2013) malam.

Meski berposisi sebagai pemain belakang Otavio Dutra termasuk produktif,  Ia yang biasa menempati posisi bek tengah  bersama skuad Mutiara Hitam. Dutra mampu menyumbangkan 10 gol.

Diharapkan bergabungnya Dutra, membuat lini belakang Persegres tambah solid. Dutra akan bekerja sama mengawal lini belakang Persegres dengan Ejol Iba (adik dari Erol Iba), David Faristian dan Deddy Indra. 

Persib Pesta Gol Di Laga Uji Coba

BOLATAJONG - Persib kembali melakukan uji coba dengan menjajal Benfica Karawang di Stadion Siliwangi, Sabtu (28/12). Pertandingan yang dimulai pukul 08:30 WIB ini dimenangkan tim Maung Bandung dengan skor telak, 9-1.

Ferdinand Sinaga dan kawan-kawannya langsung menekan pada menit-menit awal. Dewi Fortuna pun berpihak kepada PERSIB. Menit ke-6 melalui kerja sama apik antara para penggawa Maung Bandung, M. Ridwan membuka gol pada pertandingan tersebut.

Selang dua menit, Makan Konate menggandakan keunggulan PERSIB usai melakukan tendangan keras diluar kotak penalti. Permainan yang didominasi oleh Maung Bandung tidak menyurutkan perjuangan lawannya.

Tim kebanggaan Bandung ini tidak menurunkan tempo menyerangnya. Kendati menguasai pertandingan dan sudah unggul gol. Kali ini Atep pada menit ke-23 hasil umpan dari Ferdinand memperbesar keunggulan. Bahkan tiga menit berselang Vladimir Vujovic dengan sundulannya memberi kontribusi gol untuk PERSIB dari umpan Ferdinand. Skor pun berubah menjadi 4-0 pada menit ke 26.

Ferdinand pun tidak mau ketinggalan dalam pesta gol tersebut. Menit ke-30 memanfaatkan umpan dari Tony Sucipto, pemain nomor 17 ini memberi sumbangsih satu gol. Selang satu menit giliran Ridwan menggandakan golnya yang ke dua. Kapten tim Firman Utina menjadikan skor 7-0 melalui tendangan bebas yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Benfica Karawang menit ke-44. Skor 7-0 pun bertahan hingga turun minum.

Babak kedua, pelatih Djadjang Nurdjaman melakukan rotasi. Enam pemain yang dimasukkan adalah Djibril CoulibalyTantanM. Agung PribadiM. TaufiqJajang Sukmara dan M. Natshir.

Maung Bandung baru dapat mencetak gol pada menit ke-71. Gol dari Djibril Coulibaly ini tercipta hasil kerja sama apik antara Makan Konate, Firman Utina dan diselesaikan dengan tendangan mendatar oleh Djibril.
Ferdinand ditarik keluar pada ,menit ke-74 dan memasukkan Sigit Hermawan. Menit ke-77 Natshir yang digantikan oleh Shahar Ginanjar. Pemain Benfica nomor 15 memperkecil ketertinggalan, melalui tendangan bebas bola diarahkan ke pojok kanan gawang Shahar pada menit ke-80.
Djibril kembali beraksi di kotak penalti lawan. Aksi itu pun sukses menambah gol untuk PERSIB pada menit ke 88. Skor 9-1 pun bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Berikut susunan pemain PERSIB yang diturunkan pada uji coba tersebut. I Made Wirawan, Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Tony Sucipto, Supardi, Hariono, Makan Konate, M. Ridwan, Firman Utina, Atep, Ferdinand Sinaga. ***