Pages

Wednesday, December 25, 2013

Demi Motivasi Sriwijaya FC Videokan Momen Juarai ISL


Ada berbagai cara klub untuk meningkatkan performa dan motivasi pemain dalam berkompetisi, salah satunya dengan cara memvideokan perjalanan dan kesuksesan yang telah diraih klub di masa lalu. Tujuannya tiada lain agar kesuksesan di masa lalu itu bisa memotivasi pemain agar bisa mengulang sukses yang telah diraih atau bahkan mencapai target yang lebih baik lagi.

Manajemen Sriwijaya FC adalah salah satunya. Lasykar Wong Kito kini memproduksi 1.000 keping VCD (video compact disc) yang berisi cerita atau momen-momen terbaik saat klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) ini meraih juara ISL musim 2011/2012.

“VCD ini kita produksi dengan harapan bisa membangkitkan kembali kenangan manis bersama Sriwijaya FC. VCD ini tidak sekedar mengenang kejayaan Sriwijaya FC tetapi juga diharapkan mampu memotivasi manajemen Sriwijaya FC musim depan agar bisa lebih baik lagi,” Hendri Zainuddin Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) – perusahaan pengelola Sriwijaya FC – Rabu (25/12).

Menurut Hendri VCD Sriwijaya FC Juara ISL 2011/ 2012 tersebut diproduksi untuk tahap pertama sebanyak 1.000 keping dan akan disebarkan ke publik secara gratis, "Bagi yang berminat silahkan menghubungi melalui website www.hendrizainuddin.com, atau bisa juga ke facebook Hendri Zainuddin dan twitter @Hendri Zainuddin," katanya.

Video yang merekam perjalanan prestasi Sriwijaya FC tersebut berdurasi sekitar 35 menit berisi kilas balik momen juara ISL 2011/2012, juga ada rekaman gol-gol spektakuler pemain Sriwijaya FC yang tercipta di stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City. “Juga ada komentar pelatih  Kas Hartadi bersama beberapa orang  pemain pilar,” kata Hendri Zainuddin yang tengah mempersiapkan diri maju sebagai calon DPD dari Sumsel.

Hendri Zainuddin yang juga menjabat ketua kelompok suporter Singa Mania menjelaskan, selain rekaman dalam cakram padat, video Sriwijaya FC juara ISL 2011/2012 tersebut juga akan di-unggah di youtube.
“Agar semua pecinta dan pendukung Sriwijaya FC dimana saja berada bisa menyaksikan momen-momen hebat Sriwijaya FC sebagai salah satu klub terbaik di Indonesia,” ujarnya

Format 2 Wilayah Persib Lebih Siap

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman (Djanur) menyatakan, perubahan format Indonesia Super League (ISL) 2014 menjadi dua wilayah tidak akan mengurangi ketatnya persaingan antara klub peserta kompetisi. Menurutnya, persaingan antar tim akan tetap berlangsung ketat. 

Seperti yang diketahui, ISL musim depan sudah dipastikan berlangsung dalam dua wilayah. Hal itu harus dilakukan karena peserta ISL musim depan mencapai 22 klub. Masing-masing wilayah terdiri atas 11 klub dengan sistem pertandingan home and away.

Empat klub klub teratas di masing-masing wilayah berhak maju ke babak 8 besar. Nantinya babak 8 besar juga akan menganut sistem home and away. Dari babak 8 besar akan muncul lagi empat besar yang berhak masuk ke semifinal.

Dengan format seperti itu, maka Djanur mengakui timnya harus disiapkan untuk bisa melewati setiap fase yang ada dari perjalanan kompetisi nanti untuk menyambet gelar juara.

Sebelumnya, Djanur menyambut baik keputusan format dua wilayah di ISL 2014 ini. Dia juga mengaku sudah mempersiapkan timnya untuk menghadapi format baru tersebut. Contoh di antaranya, dengan menyediakan tiga stok bek tengah.

“Saya pikir dua wilayah cukup fair. Kita ikut dan kita juga sudah siap dengan format itu,” ucapnya.
Menurut Djanur, untuk jumlah 22 peserta ISL 2014 yang paling ideal memang dengan dibagi ke dalam dua wilayah. Mengingat jika tetap menggunakan satu wilayah, maka kompetisi akan berlarut dan lebih cocok dengan 20 peserta.

“Kalau dipaksakan 22 tim di manapun tidak ada. Maksimalnya 20. Jadi saya pikir lebih relevan kalau dibagi jadi dua wilayah dan kita menyambut baik,” pungkasnya.

Belum Mendapatkan Klub, Yandi Sofyan Pilih Santai

Memperkuat Timnas U-23, bukan jaminan akan mudah mendapatkan klub yang bagus. Apalagi, klub yang memberikan kesempatan bermain di kompetisi secara reguler, untuk pemain yang secara usia masih muda dan potensial tersebut.

Kondisi itulah saat ini yang sedang dialami oleh striker tim Garuda Muda, Yandi Sofyan Munawar. Pemain yang makin dikenal seiring penampilan apiknya bersama Timnas U-23 di SEA Games Myanmar, pekan lalu.

Karena itulah, sampai saat ini striker 21 tahun tersebut belum menentukan pilihan klub yang menjadi labuhannya di musim depan.

‘Ya, belum ada (klub) sampai sekarang. Kalau saya mencari klub yang memberi saya kesempatan bermain reguler,’ katanya saat dihubungi, kemarin (26/12).

Sejatinya, sudah ada klub yang mendekati pemain yang mencetak satu gol di ajang SEA Games lalu. Sayang, dia belum melakukan komunikasi langsung dengan klub yang disebut-sebut sangat meminati dirinya itu. Salah satu klub tersebut adalah Persib Bandung.

Yandi menjelaskan bahwa dirinya mengetahui sempat ada komunikasi dengan Persib. Tapi, pendekatan klub asal Kota Kembang itu dilakukan kepada kakaknya, Zaenal Arief. Karena itulah, bagaimana perkembangannya, Yandi belum tahu pasti.

Meski demikian, Yandi mengaku belum terlalu khawatir dengan nasibnya yang belum memiliki klub. Padahal, rekan-rekannya di U-23 rata-rata sudah memiliki klub yang menunggu sepulang dari ajang olahraga terbesar se Asia Tenggara lalu.

Dia menegaskan, ingin beristirahat terlebih dulu setelah bermain di SEA Games selama beberapa pekan ke depan. Yandi ingin bersantai sembari menunggu tawaran terbaik dari klub yang tawarannya selama ini memang masuk melalui abangnya.

‘Kalau abang saya, terserah saya saja. Sekarang mau santai dulu. Nanti Januari, baru saya  konsentrasi soal masa depan,’ terang pemain kelahiran Garut, Jawa Barat itu.

Teerasil Dangda Siap Ke Persib

Meski sudah dibantah oleh pelatih Persib Djajang " Djanur" Nurjaman dan Manajer Umuh Muhtar, berita akan bergabungnya striker Thailand Teerasil Dangda tetap hangat di dunia maya. Terlebih asal berita ini bersumber dari internal Persib sendiri, yang mengatakan bahwa ada kontak Persib dan pihak Teerasil Dangda.

Berita ini sejatinya bermula ketika performa para striker Persib masih terbilang mandul pasca hengkangnya Sergio Van Dijk. Sehingga ada wacana yang mencuat di jajaran manajemen untuk mendatangkan striker berkualitas, terlebih salah satu direksi Persib, sekaligus pemilik Inter Milan, Erick Tohir memberikan lampu hijau.

Teerasil Dangda kemudian dihubungkan dengan wacana itu, karena Persib masih memiliki satu slot untuk pemain asing Asia. Mengemukanya nama striker Negri Gajah Putih itu bukan sekedar mengemuka saja, mengingat Teerasil Dangda adalah pemain yang berkualitas dengan skill mumpuni dan masih berusia muda. Banyak kalangan yang merasa cocok bila dia berlabuh ke Persib.

Tapi lagi-lagi Djanur membantahnya. Sebab, menurut pria yang akrab disapa Djanur ini, bila tim Persib kembali merekrut pemain asing, maka akan ada satu pemain asing yang akan menjadi pemain cadangan. Hal itu menurut Djadjang tidak efisien bagi tim Maung Bandung.

"Bukan tidak butuh, bayangkan kalau kita ngambil Dangda yang tarifnya cukup mahal, kemudian di pakainya cuma sekali-sekali," ujar Djadjang.

Kesempatan Persib untuk merekrut Teerasil Dangda setulnya sangat besar, mengingat kompetisi di Thailand sendiri sudah berakhir dan si pemain yang bersangkutan tengah bebas transfer.

Hasan Saputra, pemilik Saint Prima, orang yang juga mendatangkan Kosin Hatairatanakol dan Suchao Nutnum mengatakan bahwa sangat mungkin Persib mendatangkan Teerasil Dangda.

"Teerasil Dangda sudah tahu Persib dari Kosin dan Suchao, dia siap kesini (Persib) jika Persib mau. Dia bilang Persib tim besar", ujarnya.


Raul Asprilla, Harapan Baru Persepam

Kebutuhan pemain asing di lini tengah Persepam Madura United akhirnya terpenuhi. Klub kebanggaan Pulau Garam resmi mengontrak Raul Asprilla, pemain berusia 23 tahun berkebangsaan Kolombia. Pemain yang belum pernah bermain di Indonesia ini menandatangani kontrak berdurasi dua musim.

Berbeda dengan pemain-pemain incaran sebelumnya, bergabungnya Raul relatif cepat dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk seleksi. Pemain yang bisa menempati beberapa posisi ini bisa dikata menjadi pengganti Ezequiel Gonzales, pemain idaman Persepam yang pilih bergabung Semen Padang.

Pelatih Persepam Daniel Roekito langsung menyukai karakter dia yang enerjik dan memiliki skill mumpuni. “Untuk level sepakbola Indonesia, kemampuan Raul jelas sangat bagus. Semoga dia tak menemui kendala berarti di Madura sekaligus cocok dengan permainan tim,” ujar Daniel Roekito, Rabu (25/12/2013).

Selain diproyeksikan sebagai playmaker, Raul juga bisa dipasang di posisi alternatif misalnya gelandang serang atau striker. Pemain dengan kemampuan serba bisa seperti inilah yang disukai Daniel, seperti halnya Alain N’Kong yang juga dipertahankan karena bisa ditugaskan lebih dari satu posisi.

Persepam sejatinya hanya memiliki dua pemain yang berkarakter striker murni, yakni Guy Junior dan Zaenal Arif. Untuk melapis tugas mereka, Sape Kerap memiliki beberapa gelandang yang bisa didorong ke depan semisal Busari dan Alain N’Kong. Raul sendiri kemungkinan bakal menutup transfer pemain asing Persepam.

“Semoga transfer ini menjadi yang terakhir untuk pemain asing. Kalau pemain lokal masih dilihat dulu kemampuannya. Jika ada yang bagus, masih terbuka kemungkinan kami datangkan. Semuanya tetap berada di bawah wewenang pelatih Daniel Roekito,” tutur Manajer Persepam Achsanul Qosasih.

Dia bercerita, proses penandatangan kontrak Raul Asprilla juga tidak melalui negosiasi berbelit seperti Ezequiel Gonzales. Setelah bicara dengan agennya dan bertemu dengan si pemain, kesepakatan langsung terjadi. Ini tentu tak menguras energi seperti proses negosiasi Ezequiel semasa masih di Persiba Bantul.

Persepam harus melakukan beberapa kali negosiasi ulang dengan pemain tengah Argentina itu. Apesnya, ketika semua permintaannya dipenuhi, termasuk mendatangkan Slamet Nur Cahyo, justru Ezequiel pilih bergabung ke Semen Padang. Soal kualitas, Achsanul meyakini Raul bakal lebih hebat dibanding Ezequiel.

“Nilai plusnya adalah Raul lebih muda dan bertenaga. Kami yakin dia akan memberi perbedaan bagus di tim, karena itulah kontrak langsung kami tawarkan,” tandas Achsanul. Sangat wajar jika Persepam berharap banyak pada pemain barunya tersebut. Sebab posisi gelandang asing terbukti sangat rumit.

Musim lalu ada empat pemain yang bercokol di posisi ini tapi semuanya tidak memuaskan, Mamadou Konte, Ali Khadaffi, Kristian Adelmund, serta Christopher Gomez. Dari sekian nama itu, hanya Khadaffi yang bertahan hingga akhir musim namun kontraknya tak diperpanjang. (sindonews)

Salah Sasaran, Aremania Lempari Mobil Dendi Santoso


Tak selamanya tingkah supporter dari klub yang dibela itu mensupport pemain, ada kalanya juga merugikan pemain itu sendiri. Ini pula yang dialami striker Arema Cronous, Dedi Santoso.

Dendi Santoso mendapat sial ketika mobilnya menjadi korban salah salah sasaran dari suporter Aremania. Ketika itu, Dendi dan sang istri, Vivi Santoso sedang berada dalam mobil dan langsung mendapatkan lemparan dari para Aremania yang sedang berkonvoi merayakan gelar juara Piala Gubernur Jatim 2013 setelah mengalahkan Persebaya di final.

Hal itu bermula ketika Dendi dan sang istri hendak makan malam di daerah jembatan Soekarno-Hatta, sekitar pukul 00.15 WIB. Saat akan melintasi jembatan dari arah Betek, mobil Dendi yang berplat D 317 DY langsung dilempar batu besar dari jarak dekat oleh seorang oknum Aremania bernama Adi.

“Waktu itu Aremania lagi konvoi, Tiba-tiba saja mobil saya dilempar pelaku dengan batu besar hingga kaca belakang pecah,” ujar sang istri Dendi kepada laman resmi Arema, Rabu (25/12/2013).
Dendi yang mengemudikan mobil langsung berhenti dan mengejar pelaku dalam rombongan konvoi. Pelaku bernama Adi, warga Muharto langsung diringkus Dendi sendiri dan dibawanya ke Polsek Lowokwaru, meski akhirnya meminta jalan damai dan tidak diperkarakan.

“Pelaku kami bawa ke Polsek Lowokwaru, tapi dia minta jalan damai. Saat ditanya KTP, nomor telepon orang tuanya dia sempat tidak mau jujur, meski akhirnya dia kasih tahu rumahnya,” tambahnya.

Setelah ada itikad baik dari orang tua sang pelaku, akhirnya masalah berakhir dengan damai. Dendi dan istrinya sangat menyesalkan hal ini dilakukan oleh kelompok suporter yang biasa mendukungnya sebagai pemain Arema di atas tribun. (liputan6)

Datangkan Salampessy Persebaya Tatap Gelar ISL 2014

Ambisi Persebaya untuk merebut gelar juara ISL musim depat sepertinya tidaklah main-main. Itu bisa dilihat dari "royalnya" tim berjuluk Bajul Ijo ini dalam belanja pemain. Terakhir klub Kota Pahlawan ini berhasil mendapatkan tanda tangan bek tangguh Ricardo Salampessy.
 
Ricardo Salampessy menjadi transfer terakhir Persebaya Surabaya. Mantan bek Persipura Jayapura ini bakal membuat Persebaya semakin sempurna utamanya untuk sektor bek sayap . Ini karena Persebaya sebelumnya sudah mendapatkan bek sayap paten seperti Hasyim Kipuw, Leo Saputra, Vava Yagalo, Alfin Tuasalamony serta Ambrizal.

Salampessy saat ini belum ikut berlatih dengan Persebaya. Dia direncanakan akan datang setelah Natal dan siap diperkenalkan ketika Persebaya meluncurkan tim sembari melakukan uji coba melawan Persib pada 5 Januari mendatang.

“Ricardo Salampessy yang terakhir, belanja pemain sudah selesai kita akan lihat siapa yang akan diperkenalkan pas launching nanti. Untuk saat ini Ricardo masih di Jayapura, ia ingin merayakan Natal bersama keluarganya di sana,” kata Diar Kusuma Putra, CEO PT MMIB, pengelola Persebaya seperti dikutip laman resmi klub.

Persebaya melakukan belanja pemain besar-besaran untuk musim depan. Menurut Diar, Persebaya total sudah menghabiskan kurang lebih Rp 18 miliar untuk belanja pemain. “Bajul Ijo” sudah memiliki 25 pemain yang dianggap cukup untuk mengarungi ISL 2014. (liputan6)

Meski Belum Jelas, Persija Anggarkan 35 Milyar Untuk Musim Depan

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 dipastikan bakal diikuti 22 tim dan terbagi dalam dua wilayah. Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang sudah berhitung dalam anggaran untuk ikut kompetisi yang bakal dimulai pada 1 Februari 2014 itu.

Diprediksi sistem dua wilayah akan membuat pengeluaran klub-klub lebih irit. Meski demikian, Persija ternyata tetap menyiapkan dana besar untuk mengarungi kompetisi ISL musim depan.
“Kami menganggarkan biaya Rp33-35 miliar untuk kompetisi musim depan,” kata Ferry Paulus, Ketua Umum Persija seperti dikutip Goal.com, Rabu (25/12/2013). Meskipun begitu Ferry belum bisa menjelaskan darimana uang sebanyak itu, mengingat Persija adalah termasuk tim yang minim sponsor.

"Masalah itu (anggaran tim) kita akan bekerja keras mencarinya, ada beberapa sponsor yang kita bidik. Pokoknya usaha dulu", pungkasnya.

Di samping itu, manajemen Macan Kemayoran juga hanya akan memakai 25 pemain untuk ISL musim depan. “Ini karena kompetisi dua wilayah. Jumlah pertandingan tidak sebanyak apabila menggunakan sistem kompetisi satu wilayah,” Ferry menjelaskan.

Persija sendiri sudah mulai menggelar latihan yang dipimpin oleh pelatih Benny Dolo sejak awal Desember 2013. Sekitar 22 pemain sudah mengikuti latihan bersama tim asal Ibu Kota tersebut. Beberapa pemain tersohor seperti Elie Aiboy dan Ramdani Lestaluhu memperkuat Persija musim depan. (liputan6)

Manajemen Persib Siapkan Pemain Tambahan

Dalam beberapa pertandingan ujicoba terakhir permainan Persib Bandung secara keseluruhan sudah baik. Sang Pelatih Kepala, Jajang Nurjaman pun mengakui dalam skema permainan, para pemainya sudah bisa merancang serangan dengan baik. Hanya saja ketika bola sudah memasuki seperempat zona pemainan lawan, Persib seringkali kesulitan untuk mengeksekusi peluang.

Kondisi ini mulai terjadi ketika Persib Bandung kehilangan striker andalannya di musim lalu yaitu Sergio van Dijk. menanggapi kemungkinan untuk menghadirkan pengganti untuk Sergio, Manajer Persib Umuh Muchtar belum mau bertindak lebih lanjut. Dia masih ingin melihat kontribusi para penyerang yang ada ketika bertanding di Surabaya, 5 Januari nanti.

Umuh sendiri sebenarnya menganggap pemain-pemainnya yang beroperasi di lini depan sudah bagus hanya saja masih seringkali melakukan kesalahan.

“Dalam benak saya, saya lihat dulu mereka hingga pulang dari Surabaya. Sebenarnya mereka sudah bagus cuma di depan ini masih sering ada kecerobohan. Apalagi (Djibril) Coulibaly masih belum seratus persen karena baru saja sembuh dari sakit,” ujar Umuh ketika ditemui di Mess Persib, Selasa (24/12).

Hingga saat ini Umuh masih berharap kepada para penyerang yang ada di tim berjuluk Maung Bandung untuk bermain lebih baik sehingga tidak perlu menambah pemain. Umuh tidak mau bertindak gegabah dengan mengambil pemain tanpa komunikasi dengan pelatih. Umuh hanya akan bergerak ketika ada rekomendasi dari pelatih. Karena menurutnya, pelatih lah yang lebih mengerti kondisi tim.

“Insya Allah lah akan lebih baik lagi ke depannya. Sampai saat ini belum ada rencana, tapi kecuali jika nanti setelah dibicarakan, lihat dulu situasinya. Saya pribadi siap saja bila ada permintaan dari pelatih. Karena pelatih kan yang lebih tahu kebutuhan tim karena tiap hari di lapangan,” pungkas Umuh.(simamaung.com)