Kebutuhan pemain asing di lini tengah Persepam Madura United akhirnya
terpenuhi. Klub kebanggaan Pulau Garam resmi mengontrak Raul Asprilla,
pemain berusia 23 tahun berkebangsaan Kolombia. Pemain yang belum pernah
bermain di Indonesia ini menandatangani kontrak berdurasi dua musim.
Berbeda dengan pemain-pemain incaran sebelumnya, bergabungnya Raul
relatif cepat dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk seleksi. Pemain
yang bisa menempati beberapa posisi ini bisa dikata menjadi pengganti
Ezequiel Gonzales, pemain idaman Persepam yang pilih bergabung Semen
Padang.
Pelatih Persepam Daniel Roekito langsung menyukai karakter dia yang
enerjik dan memiliki skill mumpuni. “Untuk level sepakbola Indonesia,
kemampuan Raul jelas sangat bagus. Semoga dia tak menemui kendala
berarti di Madura sekaligus cocok dengan permainan tim,” ujar Daniel
Roekito, Rabu (25/12/2013).
Selain diproyeksikan sebagai playmaker, Raul juga bisa dipasang di
posisi alternatif misalnya gelandang serang atau striker. Pemain dengan
kemampuan serba bisa seperti inilah yang disukai Daniel, seperti halnya
Alain N’Kong yang juga dipertahankan karena bisa ditugaskan lebih dari
satu posisi.
Persepam sejatinya hanya memiliki dua pemain yang berkarakter striker
murni, yakni Guy Junior dan Zaenal Arif. Untuk melapis tugas mereka,
Sape Kerap memiliki beberapa gelandang yang bisa didorong ke depan
semisal Busari dan Alain N’Kong. Raul sendiri kemungkinan bakal menutup
transfer pemain asing Persepam.
“Semoga transfer ini menjadi yang terakhir untuk pemain asing. Kalau
pemain lokal masih dilihat dulu kemampuannya. Jika ada yang bagus, masih
terbuka kemungkinan kami datangkan. Semuanya tetap berada di bawah
wewenang pelatih Daniel Roekito,” tutur Manajer Persepam Achsanul
Qosasih.
Dia bercerita, proses penandatangan kontrak Raul Asprilla juga tidak
melalui negosiasi berbelit seperti Ezequiel Gonzales. Setelah bicara
dengan agennya dan bertemu dengan si pemain, kesepakatan langsung
terjadi. Ini tentu tak menguras energi seperti proses negosiasi Ezequiel
semasa masih di Persiba Bantul.
Persepam harus melakukan beberapa kali negosiasi ulang dengan pemain
tengah Argentina itu. Apesnya, ketika semua permintaannya dipenuhi,
termasuk mendatangkan Slamet Nur Cahyo, justru Ezequiel pilih bergabung
ke Semen Padang. Soal kualitas, Achsanul meyakini Raul bakal lebih hebat
dibanding Ezequiel.
“Nilai plusnya adalah Raul lebih muda dan bertenaga. Kami yakin dia
akan memberi perbedaan bagus di tim, karena itulah kontrak langsung kami
tawarkan,” tandas Achsanul. Sangat wajar jika Persepam berharap banyak
pada pemain barunya tersebut. Sebab posisi gelandang asing terbukti
sangat rumit.
Musim lalu ada empat pemain yang bercokol di posisi ini tapi semuanya
tidak memuaskan, Mamadou Konte, Ali Khadaffi, Kristian Adelmund, serta
Christopher Gomez. Dari sekian nama itu, hanya Khadaffi yang bertahan
hingga akhir musim namun kontraknya tak diperpanjang. (sindonews)

0 comments:
Post a Comment