BolaTajong - PSSI sudah mengumumkan pembagian
wilayah untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014-2015.
Kompetisi pada kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air itu dibagi
menjadi dua grup, masing-masing Grup Barat dan Timur.
Jawa Tengah yang diwakili oleh Persijap Jepara, berada di Grup Barat,
yang dihuni oleh klub-klub yang selama ini tampil baik dalam ISL musim
lalu. Persijap bakal bertanding, baik di kandang maupun tandang melawan
klub-klub bertabur bintang seperti Sriwijaya FC (peringkat ke-5 ISL
2012-2013), Persija Jakarta (peringkat 11 ISL), Persib Bandung
(peringkat 4 ISL), dan Arema Cronous (runner-up ISL).
Otoritas sepak bola Indonesia itu kemarin pagi telah memutuskan untuk
klub ISL di wilayah Barat di antaranya Semen Padang, Sriwijaya FC,
Persita Tangerang, Persija Jakarta, Persib, Pelita Bandung Raya, Persiba
Bantul, Persijap Jepara, Persik Kediri, Persela Lamongan, dan Arema
Cronus.
Adapun untuk Grup Timur, di antaranya adalah Persipura Jayapura,
Persegres, Persebaya, Persepam Madura, Putra Samarinda, Persiba
Balikpapan, Mitra Kukar, Barito Putra, PSM Makassar, Persiram Raja Ampat
dan Perseru Serui.
Kendati dari segi lawan cukup berat, namun dari sisi biaya ini sangat
menguntungkan Laskar Kalinyamat-julukan Persijap Jepara. Itu karena
mayoritas klub barat masih berada di Pulau Jawa, sebagian di Jawa Barat
dan Jawa Timur dan satu di Daerah Istimewa Yogyakarta. Klub yang berada
di luar Jawa adalah Sriwijaya FC, yang berasal dari Palembang Sumatera
Selatan. Selain itu juga ada Semen Padang, yang berasal di Provinsi
Sumatera Barat.
Chief Executive Officer (CEO) PT Jepara Raya Multitama (JRM) M Said
Basalamah mengaku sejak awal jika boleh memilih berharap berada di Grup
Barat. Dari sisi kualitas lawan, diakuinya memiliki kesamaan. Namun
demikian, keberadaan Persijap Jepara di grup tersebut bisa menjadi tim
yang tidak diunggulkan.
”Kita underdog. Gak ada yang enteng di ISL,” kata CEO PT Jepara Raya
Multitama (JRM) M Said Basalamah melalui twitter dan akun facebook-nya.
Basalamah bersyukur Persijap berada di Grup Timur, karena bisa
menekan biaya transportasi selama mengarungi kompetisi. Untuk biaya
transportasi ini, diakuinya tidak murah jika harus bertandang ke luar
Jawa. Dia tidak bisa membayangkan jika klub yang berdiri sejak 11 April
1945 itu berada di Grup Timur. ”Gak kebayang jika di Grup Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Papua,” imbuh Basalamah.
Jika berada di Grup Barat, dalam lawatan di kandang, pihkanya tidak
akan menggunakan pesawat terbang. Ini bisa menekan pengeluaran biaya
dalam satu musim. “Naik bus semua, gak usah pakai pesawat,” tandasnya.

0 comments:
Post a Comment